Banjarnegara (Humas) – Di tengah dinamika kehidupan modern yang kian cepat dan penuh tantangan, penguatan nilai-nilai spiritual menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Hal inilah yang melatarbelakangi kegiatan penyuluhan agama Islam yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja, Hendriyanto, pada minggu (1/2/2026), bertempat di MT Asy-Syifa.
Mengangkat tema “Makna Nisfu Sya’ban di Era Zaman Sekarang”, kegiatan ini diikuti oleh jamaah dan peserta didik dengan penuh antusias. Penyuluhan berlangsung dalam suasana khidmat namun komunikatif, di mana peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak merenung dan mengaitkan nilai-nilai Nisfu Sya’ban dengan realitas kehidupan masa kini.
Dalam pemaparannya, Hendriyanto menjelaskan bahwa Nisfu Sya’ban bukan sekadar momentum ritual tahunan, melainkan sarana introspeksi diri yang relevan sepanjang zaman. Ia menekankan pentingnya memperbaiki hubungan dengan Allah Swt sekaligus dengan sesama manusia, terutama di tengah tantangan moral dan sosial yang muncul akibat perkembangan teknologi dan gaya hidup modern.
“Nisfu Sya’ban mengajarkan kita untuk berhenti sejenak, mengevaluasi diri, dan memperbarui niat. Di era sekarang, muhasabah menjadi sangat penting agar kita tidak hanyut dalam arus zaman yang menjauhkan dari nilai-nilai keimanan,” ujar Hendriyanto dalam penyuluhannya.
Lebih lanjut, ia mengajak peserta untuk menjadikan momentum Nisfu Sya’ban sebagai titik balik dalam memperbaiki akhlak, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat kepedulian sosial. Menurutnya, makna Nisfu Sya’ban akan terasa lebih hidup apabila diwujudkan dalam perilaku nyata, bukan hanya sebatas seremonial.
Pihak MT Asy-Syifa menyambut baik kegiatan penyuluhan ini dan berharap dapat memberikan dampak positif bagi para peserta. Kegiatan semacam ini dinilai mampu menanamkan pemahaman keagamaan yang kontekstual dan membumi, khususnya bagi generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran penyuluh agama di MT Asy-Syifa. Materi yang disampaikan sangat relevan dan mudah dipahami, sehingga mampu menyentuh hati jamaah dan peserta didik,” ungkap salah satu pengelola MT Asy-Syifa.
Kegiatan penyuluhan ini sekaligus menjadi wujud nyata peran Penyuluh Agama Islam sebagai garda terdepan dalam pembinaan umat. Melalui pendekatan yang persuasif dan kontekstual, penyuluhan diharapkan mampu memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat serta meneguhkan nilai-nilai spiritual di tengah kehidupan modern yang terus berubah.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat Nisfu Sya’ban tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi menjadi inspirasi untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna, berakhlak, dan berorientasi pada kebaikan bersama.
(ds/m, azd)
