Halal dan Siap Bersaing. Penyuluh Purwanegara Dampingi Dua Produk UMKM Hingga Tuntas

Banjarnegara (Humas) – Komitmen dalam mendukung penguatan ekonomi umat terus diwujudkan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara, Retno Purnawati, yang juga bertugas sebagai Pendamping Proses Produk Halal (PPH). Pada Rabu (11/2/2026), Retno secara langsung menyerahkan sertifikat halal yang telah resmi terbit kepada pelaku usaha, Indah Sasqia Putri, di lapak usahanya yang beralamat di Kelurahan Krandegan, Banjarnegara.

Sertifikat halal tersebut diterbitkan untuk dua produk yang diajukan, yakni produk bubur ayam dan es teh jumbo. Proses pengajuan yang telah dilalui mulai dari pendataan, verifikasi dokumen, pendampingan pengisian sistem, hingga validasi data akhirnya membuahkan hasil dengan terbitnya sertifikat halal secara resmi.

Retno menjelaskan bahwa pendampingan sertifikasi halal merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan pelayanan keagamaan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, sertifikat halal bukan hanya sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi jaminan kepercayaan bagi konsumen.

“Alhamdulillah, proses pengajuan dua produk milik Ibu Indah berjalan lancar hingga sertifikat halal resmi terbit. Ini menjadi langkah penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing dan kepercayaan konsumen, semoga usaha milik bunindah semakin laris dan maju.” ungkap Retno saat menyerahkan sertifikat tersebut.

Sementara itu, Indah Sasqia Putri mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas pendampingan yang diberikan. Ia mengakui bahwa proses pengajuan sertifikasi halal awalnya terasa membingungkan, namun berkat pendampingan yang telaten dan sabar dari Retno, seluruh tahapan dapat dilalui dengan baik.

“Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Retno yang sudah mendampingi dengan penuh kesabaran dan ketelatenan. Dari awal pengajuan sampai sertifikat terbit, semuanya dijelaskan dengan rinci. Alhamdulillah sekarang produk saya sudah bersertifikat halal,” ujar Indah.

Ia berharap dengan adanya sertifikat halal tersebut, kepercayaan pelanggan semakin meningkat dan usahanya bisa berkembang lebih besar lagi. Saat ini, lapak bubur ayam dan es teh jumbo miliknya cukup dikenal di lingkungan sekitar Kelurahan Krandegan dan menjadi pilihan masyarakat untuk menu sarapan maupun minuman segar.

Kehadiran Penyuluh Agama Islam sebagai Pendamping Proses Produk Halal di tengah masyarakat dinilai sangat membantu pelaku UMKM, khususnya dalam memahami prosedur dan pentingnya sertifikasi halal. Langkah nyata yang dilakukan Retno Purnawati ini menjadi bukti bahwa KUA tidak hanya berperan dalam pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga aktif mendorong penguatan ekonomi berbasis nilai-nilai syariah di tengah masyarakat. (rp/azd)