Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka mengisi kegiatan Amaliyah Ramadan, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja memberikan tausiyah dan pembinaan rohani di Puskesmas Mandiraja 2 Senin (2/3/26) dengan tema “Etika Pelayanan di Bulan Ramadan bagi Tenaga Kesehatan.” Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tenaga kesehatan dan staf puskesmas dengan penuh khidmat dan antusias.
Kegiatan ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam Mandiraja, Hendriyanto, yang menyampaikan pentingnya menjaga profesionalitas, kesabaran, dan keikhlasan dalam melayani masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan.
Isi Materi: Etika Pelayanan di Bulan Ramadan
Dalam penyampaiannya, Hendriyanto menekankan beberapa poin penting, di antaranya:
1. Pelayanan sebagai Ibadah
Setiap bentuk pelayanan kepada pasien diniatkan sebagai ibadah. Tenaga kesehatan bukan hanya menjalankan tugas profesi, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan.
2. Menjaga Kesabaran dan Empati
Di bulan Ramadan, kondisi fisik sedang berpuasa, namun kualitas pelayanan tidak boleh menurun. Justru Ramadan menjadi momentum melatih kesabaran, mengendalikan emosi, serta meningkatkan empati kepada pasien.
3. Komunikasi yang Santun dan Menenangkan
Pasien datang dalam kondisi lemah dan cemas. Oleh karena itu, tutur kata yang lembut, sikap ramah, dan penjelasan yang jelas menjadi bagian dari akhlak pelayanan Islami.
4. Integritas dan Amanah Profesi
Tenaga kesehatan memegang amanah besar dalam menjaga keselamatan jiwa manusia. Amanah ini harus dijaga dengan kejujuran, ketelitian, dan tanggung jawab penuh.
5. Menyeimbangkan Ibadah dan Tugas
Ramadan bukan alasan untuk mengurangi kualitas kerja, melainkan mendorong peningkatan disiplin, manajemen waktu, dan semangat berbagi kebaikan.
Materi disampaikan secara interaktif, disertai contoh kasus pelayanan sehari-hari di fasilitas kesehatan, sehingga mudah dipahami dan relevan dengan kondisi lapangan.
Kepala Puskesmas Mandiraja 2, dr. Yuyun, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut.
“Kami sangat bersyukur kegiatan Amaliyah Ramadan ini dapat memberikan penguatan spiritual bagi seluruh tenaga kesehatan. Tema etika pelayanan sangat relevan, terutama agar semangat melayani masyarakat tetap terjaga meskipun sedang menjalankan ibadah puasa,” ungkapnya.
Hendriyanto selaku Penyuluh Agama Islam Mandiraja menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi pengingat bersama.
“Tenaga kesehatan adalah garda terdepan pelayanan masyarakat. Di bulan Ramadan, setiap tindakan medis, setiap senyum, dan setiap kesabaran dalam menghadapi pasien bernilai ibadah. Semoga Ramadan ini semakin menguatkan integritas dan akhlak pelayanan kita,” tuturnya.
Salah satu dokter yang turut hadir, dr. Rizka, juga menyampaikan kesannya.
“Materi yang disampaikan sangat menyentuh dan relevan dengan kondisi kami di lapangan. Kadang dalam situasi lelah atau ramai pasien, kita lupa bahwa pelayanan juga bagian dari ibadah. Kegiatan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk tetap profesional dan humanis,” ujarnya.
Kegiatan Amaliyah Ramadan ini diharapkan dapat terus menjadi agenda rutin sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual bagi tenaga kesehatan, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas, penuh empati, dan bernilai ibadah.
(ds/azd)
