Sinergi KUA Pagentan dan PKH: Membedah Keutamaan Ramadan hingga Pelosok Pagentan

Banjarnegara (Humas) – Semangat menyambut bulan suci Ramadan 1447 H merambah hingga ke wilayah pelosok Kabupaten Banjarnegara. Bertempat di Dukuh Sidadi, Desa Gumingsir, Rabu (4/3) sebuah kolaborasi apik tercipta antara fungsi bimbingan keagamaan dan pendampingan sosial. Alfiana Nurhidayah, Penyuluh Agama Islam fungsional dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, menggandeng tim Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk memberikan penyuluhan bermakna bagi warga setempat.

Kegiatan yang berlangsung khidmat di tengah suasana asri pedesaan ini bertujuan untuk membekali masyarakat, khususnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM), agar tidak hanya siap secara fisik dalam menghadapi puasa, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan spiritual yang matang.

Dalam tausiyahnya, Alfiana Nurhidayah menekankan bahwa Ramadan adalah madrasah bagi jiwa. Ia mengajak warga Dukuh Sidadi untuk melihat bulan puasa bukan sekadar rutinitas menahan lapar, melainkan sebagai kesempatan emas untuk memperbaiki kualitas ibadah dan hubungan antarmanusia.

“Ramadan adalah waktu di mana pintu langit dibuka lebar. Ini adalah kesempatan bagi kita semua, tanpa memandang status sosial, untuk membersihkan hati. Sinergi kami di sini adalah untuk memastikan bahwa selain bantuan materi yang diterima melalui PKH, batin warga juga mendapatkan ‘asupan’ yang cukup melalui pemahaman agama yang moderat dan menyejukkan,” ujar Alfiana Nurhidayah di hadapan puluhan warga.

Kehadiran Pendamping PKH dalam acara ini menjadi bukti bahwa pembangunan manusia harus dilakukan secara holistik. Tidak hanya berfokus pada ekonomi, penguatan karakter religius dianggap mampu menjadi banteng pertahanan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Hal senada juga didukung oleh kehadiran perangkat kewilayahan lainnya. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Gatot Aribowo dan Nur Hakim selaku Pendamping Desa Gumingsir. Kehadiran mereka memberikan sinyal kuat bahwa integrasi antara program keagamaan, sosial, dan pemerintahan desa sangat krusial untuk menciptakan masyarakat yang harmonis.

Gatot Aribowo menyampaikan bahwa dukungan dari penyuluh agama sangat membantu tugas mereka di lapangan.

“Kami sangat mengapresiasi langkah KUA Pagentan. Ketika spiritualitas warga terjaga, maka kerukunan dan semangat gotong royong dalam membangun desa pun akan meningkat. Sinergi seperti inilah yang dibutuhkan agar program pemerintah benar-benar menyentuh akar rumput,” ungkap Gatot Aribowo.

Warga Dukuh Sidadi tampak antusias menyimak materi tentang keutamaan malam Lailatul Qadar dan manajemen waktu selama bulan puasa agar tetap produktif bekerja di ladang. Pertemuan ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan seluruh warga Desa Gumingsir.

Melalui kegiatan ini, KUA Pagentan berharap pesan-pesan kesejukan Islam dapat menjangkau setiap sudut dusun, sekaligus mempererat silaturahmi antara aparatur sipil negara dengan masyarakat yang dilayaninya.

(an/azd)