Bimbingan Peserta Pelatihan Dawet Ayu, Hendriyanto Tekankan Keterampilan dan Kemandirian

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Hendriyanto memberikan bimbingan kepada peserta pelatihan pembuatan dawet ayu yang merupakan kelompok binaan Majelis Taklim Bengkel Hati, Mandiraja Kulon, Banjarnegara, Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan keterampilan peserta untuk mendorong kemandirian dan pengembangan potensi ekonomi melalui keterampilan pengolahan makanan.

Dalam kegiatan tersebut, Hendriyanto mendampingi peserta selama proses pelatihan yang diselenggarakan bersama BAZNAS Kabupaten Banjarnegara. Peserta mendapatkan arahan mengenai pentingnya mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh, menjaga kebersihan, serta memperhatikan kualitas hasil produk.

Hendriyanto menyampaikan bahwa kegiatan keterampilan seperti pelatihan dawet ayu memiliki manfaat yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membuat produk, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

“Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan belajar membuat dawet ayu, tetapi dapat menjadi keterampilan yang dikembangkan sehingga memberikan manfaat dan peluang kemandirian bagi peserta,” ujar Hendriyanto.

Ia juga mengajak peserta untuk mengikuti pelatihan dengan tekun dan tidak ragu untuk terus berlatih. Menurutnya, keterampilan akan semakin baik apabila dipraktikkan secara berkelanjutan dan disertai kemauan untuk belajar.

“Setiap keterampilan membutuhkan proses. Karena itu, peserta perlu terus berlatih, menjaga kualitas, dan memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk kegiatan yang produktif,” lanjutnya.

Kegiatan bimbingan berlangsung dalam suasana interaktif. Peserta mengikuti tahapan pelatihan sekaligus memperoleh pendampingan agar dapat memahami proses pembuatan dawet ayu dengan baik. Pendampingan juga diarahkan untuk menumbuhkan semangat kerja sama dan kepercayaan diri peserta.

Bagi kelompok binaan Majelis Taklim Bengkel Hati, kegiatan tersebut memiliki nilai edukatif dan pemberdayaan. Selain memperoleh keterampilan praktis, peserta belajar mengenai kedisiplinan, kebersihan, kerja sama, serta pentingnya memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk kegiatan produktif.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan peserta dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh secara berkelanjutan, baik untuk kebutuhan keluarga maupun sebagai peluang usaha. Pembinaan yang dilakukan juga menjadi bagian dari upaya mendorong kelompok binaan agar semakin mandiri dan mampu mengembangkan potensi ekonomi secara positif. 

(m/azd)