Banjarnegara (Humas) – Cinta merupakan fitrah yang dianugerahkan Allah Swt., kepada setiap manusia. Namun, cinta harus diarahkan sesuai tuntunan Islam agar membawa keberkahan, bukan membawa kemaksiatan.
Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Sodikin, dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan di PKH Kelompok 2 Adipasir RT 02 RW 02 pada Kamis (8/10/2026)
Kegiatan yang didampingi oleh Mei Fitrianingsih selaku pendamping PKH tersebut dihadiri oleh 43 anggota Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan penuh antusias dan semangat.
Mengusung tema “Cinta dalam Pandangan Islam”, Sodikin menjelaskan bahwa Islam tidak melarang cinta, justru mengatur cinta agar menjadi mulia dan bernilai ibadah.
“Cinta dalam Islam bertingkat. Ada cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, cinta kepada orang tua, cinta kepada pasangan, dan cinta kepada sesama. Cinta yang tertinggi dan harus menjadi dasar adalah cinta kepada Allah Swt.,” ujar Sodikin.
Ia memaparkan tiga bentuk cinta yang harus dipahami oleh keluarga muslim. Pertama, cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. “Inilah cinta yang harus diutamakan. Buktinya adalah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Jika cinta kepada Allah kuat, maka cinta-cinta yang lain akan ikut lurus” paparnya.
Kedua, cinta kepada pasangan yang halal. “Cinta suami istri adalah ibadah jika diniatkan karena Allah. Bukan cinta yang diumbar di media sosial, bukan cinta yang membawa maksiat, tetapi cinta yang dirawat dengan kesetiaan, kasih sayang, dan tanggung jawab dalam rumah tangga” jelasnya.
Ketiga, cinta kepada keluarga dan sesama. “Cinta kepada anak dengan mendidiknya, cinta kepada orang tua dengan berbakti kepadanya, dan cinta kepada sesama dengan saling membantu. Itulah cinta yang bernilai pahala” terangnya.
Pendamping PKH, Mei Fitrianingsih, menyampaikan apresiasi. Menurutnya, materi cinta dalam Islam sangat relevan untuk memperkuat keharmonisan rumah tangga KPM PKH.
“Materi ini sangat menyentuh. Ibu-ibu menjadi paham bahwa cinta itu tidak hanya soal perasaan, tetapi juga soal tanggung jawab dan ibadah” tutur Mei.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar seluruh anggota PKH Kelompok 2 Adipasir diberikan keluarga yang penuh cinta karena Allah, sakinah, mawadah, dan warahmah.
(n/azd)
