Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan terus berkomitmen dalam memberikan pendampingan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat. Pada Kamis (8/10/2026), Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin, menggelar kegiatan bimbingan dan penyuluhan kepada kelompok Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Sokaraja. Kegiatan yang berlangsung hangat penuh keakraban ini bertempat di Gedung Serba Guna Singawedana Desa Sokaraja.
Acara tersebut dihadiri sebanyak 72 orang anggota PKH Desa Sokaraja beserta pendamping PKH desa setempat, Gatot Aribowo. Dalam kesempatan tersebut, M. Syaiful Abidin mengusung tema penyuluhan “Bantuan Sebagai Jalan Bangkit, Bukan Tempat Bersandar”. Tema ini diangkat untuk memberikan dorongan moral serta motivasi spiritual agar para penerima manfaat tidak terbiasa bergantung pada bantuan sosial semata.
Dalam pemaparannya, M. Syaiful Abidin menekankan pentingnya membangun mentalitas kemandirian berbasis nilai-nilai keagamaan. Bantuan sosial yang diterima seyogianya dijadikan pemicu untuk memperbaiki kondisi perekonomian keluarga.
“Bantuan sosial yang diberikan pemerintah merupakan sarana atau batu loncatan agar keluarga penerima manfaat bisa segera bangkit, tertata perekonomiannya, dan menjadi lebih mandiri. Jangan sampai bantuan ini diartikan sebagai tempat bersandar yang membuat kita nyaman dan enggan berusaha lebih keras. Dalam ajaran Islam, tangan di atas jauh lebih mulia daripada tangan di bawah,” ujar Syaiful di hadapan puluhan peserta.
Sementara itu, Pendamping PKH Desa Sokaraja, Gatot Aribowo, mengapresiasi tinggi sinergi yang dilakukan oleh KUA Kecamatan Pagentan. Menurutnya, penyuluhan yang menyentuh aspek kerohanian sangat dibutuhkan oleh para anggota PKH untuk menguatkan etos kerja dan mentalitas mereka.
“Kami sangat berterima kasih atas bimbingan dan motivasi yang disampaikan oleh Bapak Syaiful Abidin. Pendampingan seperti ini sangat krusial karena perubahan kesejahteraan harus dimulai dari mindset atau pola pikir peserta sendiri. Semoga melalui penyuluhan berkesinambungan ini, para anggota semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi diri dan usaha mandiri hingga akhirnya bisa graduasi dari program PKH,” ungkap Gatot.
Kegiatan bimbingan dan penyuluhan tersebut berlangsung lancar, penuh antusiasme, serta diakhiri dengan sesi tanya jawab dan doa bersama untuk kesejahteraan warga Desa Sokaraja.
(msa/azd)
