Banjarnegara – Siapa bilang belajar matematika harus selalu berkutat dengan angka dan soal di buku? Murid kelas 1A HEBAT MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) Parakancanggah, Banjarnegara, membuktikan bahwa belajar berhitung bisa menjadi kegiatan yang seru, kreatif, dan menggugah semangat. Melalui metode unik bertajuk Seblak Penjumlahan, murid belajar memahami konsep penjumlahan sambil berkreasi menyusun aneka topping seblak pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Kegiatan pembelajaran matematika ini dipandu oleh Nuri Fatimah, guru kelas 1A sekaligus tim jurnalis madrasah. Metode Seblak Penjumlahan dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari murid. Seblak yang dikenal sebagai makanan dengan beragam pilihan topping menjadi media belajar yang menarik untuk membantu murid berlatih menjumlahkan bilangan sederhana sesuai materi matematika kelas 1.
Dalam pelaksanaannya, setiap murid mendapatkan gambar mangkuk seblak sebagai media untuk menyusun hasil karyanya. Untuk memudahkan identifikasi, murid laki-laki menggunakan gambar mangkuk berwarna biru, sedangkan murid perempuan menggunakan gambar mangkuk berwarna merah muda. Perbedaan warna tersebut membuat media belajar tampak lebih menarik dan memberikan sentuhan personal pada hasil karya setiap murid.
Keseruan dimulai ketika murid memilih berbagai gambar menu atau topping seblak yang mereka sukai. Namun, setiap topping tidak sekadar menjadi hiasan, melainkan memuat soal penjumlahan yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Murid mengerjakan operasi hitung sesuai materi yang sedang dipelajari, kemudian merapikan bentuk gambar topping sebelum menempelkannya pada mangkuk seblak masing-masing.
Setelah soal penjumlahan diselesaikan, murid mulai menyusun dan menempelkan topping dengan rapi pada gambar mangkuk. Mereka bebas memilih dan menata topping sesuai selera, layaknya menyusun semangkuk seblak sungguhan. Perpaduan kegiatan berhitung, memilih gambar, menggunting atau merapikan bentuk, serta menempelkan gambar menjadikan pembelajaran berlangsung lebih variatif dan menyenangkan.
Melalui aktivitas tersebut, murid tidak hanya berlatih menghitung, tetapi juga mengembangkan kreativitas, ketelitian, koordinasi motorik halus, dan kemandirian dalam menyelesaikan tugas. Mereka belajar bahwa matematika dapat ditemukan dalam berbagai aktivitas sederhana dan dapat dipelajari melalui media yang menyenangkan.
Kepala MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo, Wahyul Khomisah, mengapresiasi kreativitas guru dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan karakteristik murid kelas awal. Menurutnya, pembelajaran yang menyenangkan dapat membantu murid membangun rasa percaya diri serta menumbuhkan kecintaan terhadap proses belajar sejak dini.
“Pembelajaran yang kreatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari seperti Seblak Penjumlahan merupakan langkah positif untuk membuat matematika lebih mudah dipahami dan menyenangkan bagi murid. Kami berharap guru terus mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif, sehingga murid tidak hanya memahami materi, tetapi juga bersemangat, aktif, dan berani mencoba,” ungkap Wahyul Khomisah.
Sementara itu, Nuri Fatimah selaku wali kelas 1A menjelaskan bahwa penggunaan media bergambar dipilih agar murid lebih mudah memahami konsep penjumlahan melalui kegiatan yang konkret dan menarik. Dengan memadukan soal matematika dan aktivitas menyusun topping, murid mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui pengalaman langsung.
“Melalui Seblak Penjumlahan, anak-anak belajar bahwa matematika itu menyenangkan. Mereka tidak hanya menghitung angka, tetapi juga memilih topping, menyelesaikan soal, merapikan gambar, dan menempelkannya hingga menjadi karya yang menarik. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat membantu anak-anak memahami penjumlahan dengan lebih mudah sekaligus melatih ketelitian, kreativitas, dan kemandirian mereka,” tutur Nuri Fatimah.
Keceriaan dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran bermakna dapat diciptakan melalui ide-ide sederhana yang dikemas secara kreatif. Media mangkuk dan topping seblak mampu mengubah latihan penjumlahan menjadi aktivitas yang lebih hidup, sehingga murid dapat belajar sambil bermain tanpa meninggalkan tujuan pembelajaran.
Kegiatan Seblak Penjumlahan juga sejalan dengan semangat kelas 1A HEBAT, yaitu Humble, Excellent, Brave, Agile, dan Transcendent. Melalui kegiatan ini, murid didorong untuk menjadi pribadi yang rendah hati, unggul dalam belajar, berani mencoba, lincah berkarya, serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Dengan inovasi pembelajaran seperti ini, MIMAU terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Harapannya, murid kelas 1A HEBAT semakin percaya diri dalam berhitung dan memahami bahwa belajar matematika bisa seseru menyusun semangkuk seblak favorit mereka. (NF)
