Belajar Pengurangan Makin Seru! Kelas 1A HEBAT MIMAU Berkreasi dengan Metode MBG Pengurangan

Banjarnegara – Pembelajaran matematika di kelas 1A HEBAT MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) Parakancanggah, Banjarnegara, berlangsung kreatif dan menyenangkan melalui metode MBG Pengurangan. Dengan memanfaatkan gambar ompreng atau wadah makan bergaya Menu Bergizi Gratis (MBG) sebagai media belajar, murid diajak memahami konsep pengurangan melalui aktivitas memilih menu, menyelesaikan soal, dan menyusun gambar makanan secara rapi. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menghadirkan pembelajaran yang konkret, menarik, dan sesuai dengan karakteristik murid kelas awal.

Pembelajaran tersebut dipandu oleh Nuri Fatimah, guru kelas 1A sekaligus tim jurnalis madrasah. Melalui metode ini, materi pengurangan yang identik dengan angka dan simbol matematika dikemas menjadi aktivitas kreatif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Murid tidak hanya berlatih menghitung, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar melalui kegiatan memilih, merapikan, dan menempelkan gambar.

Kegiatan diawali dengan membagikan gambar ompreng MBG kosong kepada setiap murid. Selanjutnya, murid memilih gambar berbagai menu makanan yang mereka sukai. Menariknya, setiap gambar menu dilengkapi soal pengurangan sesuai materi matematika kelas 1 yang sedang dipelajari.

Sebelum menempelkan gambar, murid harus menyelesaikan soal pengurangan terlebih dahulu. Mereka mengerjakan setiap soal dengan teliti untuk memperoleh jawaban yang tepat. Setelah selesai, murid merapikan bentuk gambar menu, kemudian menempelkannya pada gambar ompreng MBG masing-masing. Gambar makanan disusun serapi mungkin sehingga menyerupai ompreng berisi aneka menu makanan.

Sebelum menempelkan gambar, murid harus menyelesaikan soal pengurangan terlebih dahulu. Mereka mengerjakan setiap soal dengan teliti untuk memperoleh jawaban yang tepat. Setelah selesai, murid merapikan bentuk gambar menu, kemudian menempelkannya pada gambar ompreng MBG masing-masing. Gambar makanan disusun serapi mungkin sehingga menyerupai ompreng berisi aneka menu makanan.

Suasana pembelajaran pun terasa lebih hidup. Murid terlihat memiliki kesempatan untuk menentukan pilihan menu sesuai kesukaan mereka sekaligus menyelesaikan tantangan berhitung. Perpaduan aktivitas matematika dan seni menempel membuat proses belajar tidak monoton, sementara hasil karya yang dibuat memberikan kepuasan tersendiri bagi murid.

Melalui metode MBG Pengurangan, murid berlatih memahami operasi hitung pengurangan dengan cara yang lebih menyenangkan. Aktivitas ini juga mendukung pengembangan kemampuan motorik halus, ketelitian, kreativitas, kemandirian, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Dengan demikian, satu kegiatan pembelajaran dapat memberikan pengalaman belajar yang mencakup aspek pengetahuan dan keterampilan.

Kepala MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo, Wahyul Khomisah, mengapresiasi kreativitas guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif. Menurutnya, pembelajaran matematika bagi murid kelas awal perlu disajikan melalui pendekatan yang menarik agar mereka lebih mudah memahami materi dan memiliki pengalaman belajar yang positif.

“Guru perlu terus berinovasi dalam menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Metode MBG Pengurangan menjadi salah satu contoh bahwa materi matematika dapat dipelajari melalui aktivitas kreatif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kami berharap murid semakin percaya diri dalam berhitung, aktif mengikuti pembelajaran, dan memiliki semangat untuk terus belajar,” ungkap Wahyul Khomisah.

Sementara itu, Nuri Fatimah selaku wali kelas 1A menjelaskan bahwa metode MBG Pengurangan dirancang untuk membantu murid memahami konsep pengurangan melalui kegiatan yang konkret dan mudah diikuti. Penggunaan gambar ompreng serta beragam menu makanan diharapkan dapat meningkatkan minat belajar sekaligus membuat murid lebih fokus saat mengerjakan soal.

“Anak-anak kelas 1 masih membutuhkan pengalaman belajar yang konkret, menarik, dan menyenangkan. Melalui MBG Pengurangan, mereka belajar menyelesaikan soal terlebih dahulu sebelum menyusun menu pada ompreng masing-masing. Jadi, mereka tidak hanya berlatih berhitung, tetapi juga belajar teliti, mandiri, dan bertanggung jawab terhadap tugasnya. Harapannya, anak-anak semakin mudah memahami pengurangan dan tidak merasa takut ketika belajar matematika,” tutur Nuri Fatimah.

Kegiatan ini juga mengajarkan bahwa belajar tidak harus selalu dilakukan dengan mengerjakan soal di buku tulis. Media sederhana yang dirancang secara kreatif dapat menjadi sarana untuk membangun suasana belajar yang lebih interaktif. Murid pun memperoleh kesempatan untuk belajar sesuai tahap perkembangannya melalui kegiatan yang memadukan berhitung dan berkarya.

Pembelajaran MBG Pengurangan menjadi salah satu wujud semangat kelas 1A HEBAT dalam membangun pengalaman belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Sejalan dengan nilai Humble, Excellent, Brave, Agile, dan Transcendent, murid didorong untuk rendah hati, berusaha mencapai hasil terbaik, berani mencoba, terampil berkarya, serta tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman.

Melalui inovasi pembelajaran ini, MIMAU terus berupaya menumbuhkan kecintaan murid terhadap matematika sejak dini. Harapannya, murid kelas 1A HEBAT tidak hanya mampu menyelesaikan soal pengurangan dengan tepat, tetapi juga tumbuh menjadi pembelajar yang kreatif, mandiri, teliti, dan bersemangat dalam setiap kegiatan belajar. (NF)