“Ujian Berat Terasa Ringan dengan Syukur” Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Endah Widyawati Sampaikan Pesan Menyejukkan di PKH Bandingan

Banjarnegara (Humas) – Setiap manusia pasti menghadapi ujian hidup. Ada yang diuji dengan kekurangan ekonomi, sakit, maupun persoalan keluarga. Namun, seberat apa pun ujian akan terasa ringan jika dihadapi dengan rasa syukur.

Pesan tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit, Endah Widyawati, dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan di PKH Kelompok 2 Desa Bandingan yang didampingi oleh Atikah pada Rabu (14/10/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebulan sekali. Endah mengusung tema “Ujian Berat Terasa Ringan dengan Syukur”. Tema ini dipilih untuk menguatkan hati Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar tidak berlarut dalam keluh kesah ketika menghadapi kesulitan.

“Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 155, bahwa Allah pasti akan menguji hamba-Nya dengan sedikit ketakutan, kelaparan, dan kekurangan harta. Namun, Allah memberikan kabar gembira bagi orang yang sabar. Kesabaran itu lahir dari syukur,” ujar Endah.

Dalam penyuluhanya, Endah menjelaskan tiga cara agar ujian berat terasa ringan dengan syukur. Pertama, syukuri bahwa ujian adalah tanda cinta Allah. “Rasulullah SAW bersabda, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan mengujinya. Artinya, ujian bukan hukuman, tetapi cara Allah meninggikan derajat dan menghapus dosa. Dengan memahami ini, hati akan lebih tenang” jelasnya.

Kedua, syukuri dengan melihat masih banyak nikmat yang tersisa. “Saat diuji ekonomi, syukuri masih diberi kesehatan. Saat diuji sakit, syukuri masih punya keluarga yang peduli. Jangan fokus pada satu nikmat yang hilang, tetapi lihatlah ribuan nikmat lain yang masih Allah titipkan. Itulah yang meringankan beban” terangnya.

Ketiga, ubah keluh menjadi zikir dan syukur dengan perbuatan. “Jangan biasakan mengeluh di media sosial atau kepada manusia. Ubah keluh menjadi Alhamdulillah. Buktikan syukur dengan tetap salat, tetap hadir di majelis taklim, dan tetap berbagi meski dalam keterbatasan. Allah berjanji, siapa bersyukur akan ditambah nikmatnya” tegasnya.

Pendamping PKH, Atikah, mengapresiasi materi tersebut.” Menurutnya materi ini sangat menyentuh. KPM jadi sadar bahwa syukur adalah kekuatan agar tidak mudah putus asa saat menghadapi ujian ekonomi,” tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar KPM Kelompok 2 Desa Bandingan diberikan kekuatan hati, kesabaran, dan kemampuan untuk mengubah setiap ujian berat menjadi ringan dengan syukur.

(n/azd)