Banjarnegara (Humas) – Seberat apa pun ujian hidup, keluarga adalah tempat kembali dan sumber kekuatan yang tidak pernah habis. Ketika ekonomi sulit, keluarga yang utuh dan saling menguatkan akan menjadi penyangga utama.
Pesan tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Fatma Kurnianingsih, dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan di KPM PKH Kelompok 5A Desa Pingit yang didampingi oleh Lukitasari Winastuti paada Kamis (15/10/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan setiap sebulan sekali. Fatma mengusung tema “Keluarga Adalah Kekuatan Hidup”. Tema ini dipilih untuk mengingatkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bahwa kebahagiaan sejati bukan diukur dari banyaknya harta, tetapi dari keharmonisan keluarga.
“Allah berfirman dalam QS. Ar-Rum ayat 21, bahwa Allah menciptakan pasangan agar kita merasa tenteram dan menjadikan di antara kita rasa kasih dan sayang. Inilah pondasi kekuatan hidup, keluarga yang sakinah,” ujar Fatma.
Dalam kajiannya, Fatma menjelaskan tiga cara menjadikan keluarga sebagai kekuatan hidup. Pertama, bangun komunikasi yang penuh kasih sayang. “Jangan biarkan masalah ekonomi membuat keluarga mudah bertengkar. Biasakan berdialog dengan lembut antara suami, istri, dan anak. Komunikasi yang baik akan mencegah salah paham dan memperkuat ikatan” jelasnya.
Kedua, perkuat kerja sama dan saling mendukung. “Seorang istri mendukung ikhtiar suami, suami menghargai pengorbanan istri, dan anak-anak diajarkan untuk peduli. Saat semua anggota saling mendukung, beban ekonomi yang berat akan terasa lebih ringan” terangnya.
Ketiga, jadikan rumah sebagai madrasah cinta dan doa. “Jadikan rumah tempat belajar agama, tempat memanjatkan doa, dan tempat bersyukur. Keluarga yang sering berdoa bersama dan mengucap syukur bersama akan diberikan kekuatan oleh Allah untuk melewati setiap ujian hidup” tegasnya.
Pendamping PKH, Lukitasari Winastuti, mengapresiasi materi tersebut. Menurutnya, materi ini sangat relevan untuk menjaga ketahanan keluarga KPM.
“Materi ini membuat KPM tersadar, kekuatan hidup mereka bukan pada bantuan, tetapi pada keluarga mereka sendiri yang rukun dan saling menguatkan,” tuturnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar KPM Kelompok 5A Desa Pingit diberikan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dan menjadi kekuatan hidup dalam menghadapi setiap ujian.
(n/azd)
