Ucap Doa Buat Buah Hati: KUA Pagentan Ingatkan Wali Siswa KB Harapan Bunda Soal Dahsyatnya Lisan Ibu

Banjarnegara (Humas) – Pentingnya peran dan keutamaan doa seorang ibu dalam membimbing serta menentukan masa depan anak kembali ditekankan dalam kegiatan bimbingan penyuluhan keagamaan. Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, M. Syaiful Abidin, memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada puluhan wali siswa Kelompok Bermain (KB) Harapan Bunda Kalitlaga pada Kamis (15/10/2026).

Kegiatan yang bertempat di salah satu ruang kelas KB Harapan Bunda Kalitlaga ini dihadiri oleh 37 orang jemaah yang merupakan anggota Majelis Taklim (MT) Amalul Ummahat Kalitlaga sekaligus para wali murid. Suasana ruang kelas tampak khidmat dan penuh antusiasme saat materi bertajuk “Dahsyatnya Restu Lisan Ibu” disampaikan.

Dalam pemaparannya, M. Syaiful Abidin mengingatkan para ibu agar senantiasa menjaga setiap ucapan yang keluar dari mulut mereka. Lisan seorang ibu memiliki kekuatan doa yang sangat luar biasa dan diijabah oleh Allah SWT, sehingga penting untuk selalu menuturkan kata-kata yang baik, mendidik, dan penuh keberkahan bagi sang buah hati.

“Lisan seorang ibu adalah doa yang tanpa batas. Setiap ucapan, baik dalam kondisi senang maupun saat diuji kesabaran oleh anak, dapat menjadi takdir bagi kehidupan mereka kelak. Oleh karena itu, mari kita basahi lisan kita dengan kalimat-kalimat tayibah, doa keselamatan, serta harapan terbaik untuk anak-anak kita,” tutur Syaiful di hadapan para jemaah.

Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat hangat dari pengurus majelis taklim dan pihak sekolah. Warniati, selaku Ketua MT Amalul Ummahat yang sekaligus menjabat sebagai Kepala KB Harapan Bunda Kalitlaga, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian KUA Pagentan melalui program penyuluhan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KUA Pagentan dan Bapak Syaiful Abidin yang telah memberikan pencerahan yang sangat berharga ini. Materi ini menjadi pengingat yang sangat menyentuh bagi kami para ibu dan wali murid dalam mendidik anak-anak sejak usia dini. Harapan kami, kegiatan bimbingan seperti ini dapat terus berlanjut secara rutin di lembaga kami,” ungkap Warniati.

Melalui bimbingan penyuluhan ini, diharapkan para wali murid dapat mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan dan pengasuhan positif dalam kehidupan sehari-hari, sehingga melahirkan generasi mulia yang berakhlak terpuji. 

(msa/azd)