Kreatif dan Edukatif! Kelas 1A HEBAT MIMAU Belajar “Ayo Mencuci Tangan” Lewat Praktik Menggunting dan Menempel

Banjarnegara – Belajar Bahasa Indonesia menjadi semakin menarik ketika murid dapat memadukan keterampilan berbahasa dengan aktivitas kreatif. Hal tersebut terlihat dalam pembelajaran kelas 1A HEBAT MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) pada Kamis, 15 Oktober 2026. Mengangkat materi Ayo Mencuci Tangan dalam Bab Awas Kuman, murid belajar memahami urutan tata cara mencuci tangan yang baik melalui kegiatan menggunting dan menempel gambar. (15/10)

Kegiatan pembelajaran dipandu oleh Nuri Fatimah, wali kelas 1A sekaligus tim jurnalis madrasah. Melalui aktivitas ini, murid tidak hanya belajar memahami isi materi Bahasa Indonesia, tetapi juga mengembangkan keterampilan motorik halus, ketelitian, kreativitas, serta kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Dalam kegiatan tersebut, murid mendapatkan gambar bentuk tangan beserta ilustrasi tahapan mencuci tangan. Mereka menggunting gambar sesuai bentuknya, kemudian menempelkan potongan gambar pada lembar kerja dengan susunan menarik menyerupai tangga. Gambar telapak tangan ditempatkan di bagian tengah sesuai urutan tahapan mencuci tangan, sehingga hasil karya membentuk tampilan visual yang unik sekaligus memudahkan murid memahami langkah-langkahnya.

Melalui kegiatan menggunting dan menempel ini, murid diajak memperhatikan urutan setiap tahapan mencuci tangan. Mereka belajar bahwa mencuci tangan bukan sekadar membasahi tangan dengan air, melainkan perlu dilakukan menggunakan sabun dan dengan langkah yang benar agar kebersihan tangan lebih terjaga.

Materi Awas Kuman juga mengajak murid memahami pentingnya menjaga kebersihan diri. Kuman yang menempel pada tangan dapat berpindah ketika seseorang menyentuh makanan atau bagian tubuh lainnya. Oleh karena itu, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir menjadi kebiasaan penting yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.

Nuri Fatimah menyampaikan bahwa pembelajaran dengan kegiatan praktik dapat membantu murid memahami materi secara lebih konkret dan menyenangkan.

“Melalui kegiatan menggunting dan menempel ini, murid tidak hanya belajar Bahasa Indonesia, tetapi juga berlatih memahami urutan suatu kegiatan. Anak-anak belajar menyusun langkah mencuci tangan dengan benar sekaligus melatih ketelitian, kreativitas, dan kemandirian mereka,” ungkap Nuri Fatimah.

Kepala Madrasah MIMAU, Wahyul Khomisah, mengapresiasi pembelajaran yang menghubungkan materi pelajaran dengan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang memberikan manfaat nyata bagi murid. Materi tentang mencuci tangan sangat penting karena mengajarkan anak untuk menjaga kebersihan dan kesehatan sejak dini. Kami mendukung guru yang kreatif dalam menghadirkan pembelajaran yang menarik dan bermakna,” tutur Wahyul Khomisah.

Ia juga berharap pembiasaan hidup bersih dapat terus ditanamkan melalui kegiatan pembelajaran maupun aktivitas keseharian di madrasah.

“Saya berharap murid tidak hanya memahami langkah-langkah mencuci tangan melalui gambar, tetapi juga membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian penting dalam membentuk karakter anak yang mandiri, disiplin, dan peduli terhadap kesehatan,” tambah Wahyul Khomisah.

Kegiatan pembelajaran ini menjadi salah satu bentuk upaya kelas 1A HEBAT dalam menghadirkan pengalaman belajar yang aktif, kreatif, dan kontekstual. Melalui perpaduan keterampilan berbahasa, aktivitas seni sederhana, dan pendidikan kesehatan, murid memperoleh kesempatan untuk belajar sekaligus mempraktikkan kebiasaan baik.

Dengan semangat Humble, Excellent, Brave, Agile, dan Transcendent, kelas 1A HEBAT terus berupaya menumbuhkan murid yang tidak hanya unggul dalam pembelajaran, tetapi juga memiliki kebiasaan hidup bersih, mandiri, dan bertanggung jawab. (NF)