Sendi Sehat, Ibadah Lebih Nikmat! Penyuluh KUA Wanadadi Ajak Lansia Jaga Kesehatan Lutut agar Tetap Semangat Beribadah

Banjarnegara (Humas) – Menjaga kesehatan di usia lanjut merupakan salah satu ikhtiar penting agar tetap dapat menjalani kehidupan dengan nyaman, mandiri, dan penuh semangat dalam beribadah. Berangkat dari kepedulian tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Wanadadi, Dewi Kholifah dan Namyroh Ndaruwati, melaksanakan kegiatan penyuluhan di Majelis Taklim Al Ikhlas, Desa Karangkemiri, Kecamatan Wanadadi, pada Senin (19/10/2026).

Mengusung tema “Kiat-Kiat Menjaga Kesehatan Sendi, Terutama Lutut bagi Lansia agar Mampu Menjalankan Ibadah dengan Lebih Maksimal”, kegiatan ini mengajak para jamaah, khususnya lanjut usia (lansia), untuk lebih memperhatikan kesehatan sendi sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah sehari-hari.

Dalam penyampaiannya, Dewi Kholifah menekankan bahwa kesehatan lutut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas harian maupun ibadah, terutama ketika berdiri, berjalan menuju masjid atau musala, serta melakukan gerakan salat.

“Bertambahnya usia bukan berarti kita harus berhenti bersemangat dalam beribadah. Kita perlu lebih bijak menjaga kesehatan tubuh, termasuk lutut, dengan melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan, menjaga berat badan ideal, serta tidak memaksakan gerakan yang menimbulkan rasa sakit. Tubuh adalah amanah dari Allah SWT yang harus kita rawat sebaik-baiknya,” tutur Dewi Kholifah.

Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak mengabaikan keluhan nyeri lutut yang berlangsung terus-menerus. Apabila rasa sakit semakin berat atau mengganggu aktivitas, lansia dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Sementara itu, Namyroh Ndaruwati menyampaikan bahwa menjaga kesehatan pada masa lansia tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga merupakan bagian dari ikhtiar untuk mempertahankan kemandirian dan ketenangan dalam menjalani kehidupan spiritual.

“Jangan menunggu lutut terasa sakit baru kita peduli terhadap kesehatan. Mulailah dengan kebiasaan sederhana, seperti berjalan ringan sesuai kemampuan, melakukan peregangan secara perlahan, mengonsumsi makanan bergizi, mencukupi kebutuhan air putih, dan beristirahat dengan cukup. Jika gerakan salat terasa berat, jangan berkecil hati karena Islam memberikan kemudahan dalam beribadah sesuai kemampuan seseorang,” ungkap Namyroh.

Ia menambahkan bahwa semangat beribadah perlu disertai pemahaman terhadap kondisi tubuh. Lansia hendaknya tidak memaksakan diri ketika mengalami nyeri, menjaga keseimbangan saat berjalan untuk menghindari risiko jatuh, serta meminta pendampingan keluarga apabila diperlukan.

Kegiatan penyuluhan berlangsung sebagai bentuk sinergi antara pembinaan kehidupan keagamaan dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Melalui pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami, para penyuluh berharap jamaah dapat menerapkan kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjalankan amanah kehidupan. Dengan sendi yang terawat, aktivitas sehari-hari diharapkan dapat berlangsung lebih nyaman, sehingga para lansia tetap memiliki kesempatan untuk beribadah dengan tenang, penuh rasa syukur, dan sesuai kemampuan.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Wanadadi yang tidak hanya memberikan bimbingan dalam aspek keagamaan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai kehidupan yang sehat, harmonis, dan bermartabat.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, KUA Kecamatan Wanadadi berharap para lansia semakin termotivasi untuk menjaga kesehatan fisik dan spiritual sebagai bekal menjalani masa tua yang berkualitas. Dengan tubuh yang dirawat, hati yang terjaga, dan ibadah yang disesuaikan dengan kemampuan, diharapkan semangat mendekatkan diri kepada Allah SWT senantiasa tumbuh dalam setiap tahap kehidupan.

KUA Kecamatan Wanadadi terus berkomitmen menghadirkan layanan dan penyuluhan keagamaan yang edukatif, humanis, serta menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, sejalan dengan semangat Kementerian Agama dalam mewujudkan kehidupan umat yang rukun, sehat, mandiri, dan semakin dekat dengan nilai-nilai agama.

(nn/azd)