Banjarnegara (Humas) – Mencegah stunting tidak bisa dimulai saat anak sudah lahir, tetapi harus dimulai sejak ibu mengandung. Ibu hamil yang sehat, berilmu, dan bertakwa akan melahirkan generasi terbaik atau khairu ummah
Pesan tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama KUA Rakit, Fatma Kurnianingsih, dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan di kelompok ibu hamil Desa Situwangi yang dilaksanakan pada Selasa (20/10/2026).
Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri yang saling melengkapi antara aspek kesehatan dan keagamaan. Materi pertama disampaikan oleh Bidan Desa Situwangi, Ipung dengan tema “Imunisasi”. Dalam paparannya, Ipung menjelaskan pentingnya imunisasi sejak masa kehamilan.”Imunisasi pada ibu hamil, seperti imunisasi Tetanus Toksoid (TT), sangat penting untuk mencegah infeksi pada ibu dan bayi baru lahir. Setelah bayi lahir, imunisasi dasar lengkap harus diberikan tepat waktu agar anak kebal terhadap penyakit berbahaya. Imunisasi adalah ikhtiar menjaga amanah Allah,” ujar Ipung.
Ipung juga menekankan pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin, konsumsi tablet tambah darah, dan gizi seimbang untuk mencegah anemia dan stunting.
Materi kedua disampaikan oleh Fatma Kurnianingsih dengan tema “Mencegah Stunting, Menyiapkan Khairu Ummah”.
“Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 233, ‘Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh’. Ayat ini menunjukkan perhatian Islam terhadap gizi dan tumbuh kembang anak sejak dini,” tutur Fatma.
Fatma menjelaskan tiga cara mencegah stunting dalam perspektif agama. Pertama, penuhi gizi halal dan thayyib. “Ibu hamil harus memastikan makanan yang dikonsumsi halal dan bergizi. Makanan haram dan tidak sehat akan memengaruhi janin. Niatkan makan sebagai ibadah untuk melahirkan generasi kuat” jelasnya.
Kedua, perbanyak doa dan ketenangan jiwa. “Kecemasan dan stres pada ibu hamil memengaruhi janin. Perbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, dan salat. Hati ibu yang tenang akan mengalirkan ketenangan pada bayi. Doakan janin agar menjadi anak saleh dan sehat” terangnya.
Ketiga, siapkan lingkungan keluarga yang saleh. “Stunting tidak hanya soal gizi, tetapi juga pola asuh. Suami harus mendukung, tidak merokok di dekat istri, dan membantu menjaga kebersihan rumah. Keluarga yang sakinah akan melahirkan khairu ummah, generasi terbaik yang kuat fisik dan imannya” pungkasnya.
Para ibu hamil tampak antusias mengikuti kegiatan hingga akhir. Kegiatan ditutup dengan pemeriksaan kehamilan dan doa bersama agar ibu hamil di Desa Situwangi diberikan kesehatan, kelancaran persalinan, dan mampu melahirkan generasi yang bebas stunting, cerdas, dan saleh.
(n/azd)
