Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, M. Syaiful Abidin, menggelar kegiatan bimbingan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim (MT) Qurrota A’yun Nagasari pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang berlangsung secara khidmat ini bertempat di salah satu ruang kelas TK PGRI Nagasari dan diikuti oleh 32 orang jemaah yang merupakan wali siswa dari sekolah tersebut.
Mengangkat tema “Lisan Ibu, Masa Depan Anak”, M. Syaiful Abidin menekankan betapa krusialnya peran ucapan seorang ibu dalam membentuk karakter, mental, dan jalan hidup anak di masa depan. Menurutnya, perkataan yang keluar dari mulut seorang ibu tidak sekadar tutur kata biasa, melainkan doa yang memiliki kedudukan sangat mulia di hadapan Allah SWT.
“Setiap kata yang diucapkan seorang ibu adalah doa yang diijabah. Oleh karena itu, mari kita senantiasa menjaga lisan, membiasakan tutur kata yang santun, serta menanamkan kalimat-kalimat positif dan penuh kebaikan saat berinteraksi dengan buah hati kita,” ujar M. Syaiful Abidin di hadapan para jemaah.
Ia juga menambahkan bahwa pola komunikasi yang hangat dan berlandaskan nilai-nilai Islam di dalam rumah tangga akan menciptakan benteng moral yang kuat bagi anak sejak dini. Para peserta terlihat sangat antusias menyimak materi dan aktif berdiskusi seputar tantangan mengasuh anak di era modern.
Kegiatan positif ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pihak penyelenggara dan sekolah. Winarsih, yang akrab dipanggil Asih, selaku Ketua MT Qurrota A’yun sekaligus Kepala TK PGRI Nagasari, menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya atas terselenggaranya bimbingan ini.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Penyuluh Agama Islam dari KUA Pagentan. Materi yang disampaikan sangat menyentuh dan relevan dengan kebutuhan para orang tua, khususnya para ibu, dalam mendidik serta membimbing anak-anak kami agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia,” ungkap Asih.
Melalui sinergi antara KUA Pagentan, majelis taklim, dan lembaga pendidikan ini, diharapkan para orang tua semakin bersikap bijak dan santun dalam berkata-kata, demi mengantarkan anak-anak menuju masa depan yang cerah dan berkarakter islami.
(msa/azd)
