Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan Beri Bimbingan di MT Al-Ummahatush Shalihah Aribaya: Menjadikan Lisan Ibu Sebagai Benteng dan Doa Anak

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan, M. Syaiful Abidin, melaksanakan kegiatan bimbingan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim (MT) Al-Ummahatush Shalihah Aribaya, Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat ini digelar di ruang kantor TK Pertiwi Buah Hati Aribaya dan dihadiri oleh 26 orang jemaah yang merupakan para wali siswa sekolah tersebut.

Pada kesempatan kali ini, penyuluhan mengusung tema “Menjadikan Lisan Ibu Sebagai Benteng & Doa Anak”. Pembahasan tersebut sengaja diangkat untuk memberikan wawasan serta penguatan spiritual bagi para ibu dalam membimbing dan mendidik putra-putri mereka di era modern.

M. Syaiful Abidin dalam pemaparannya menekankan betapa besarnya pengaruh setiap ucapan yang keluar dari mulut seorang ibu terhadap masa depan sang anak. Menurutnya, ucapan ibu bukan sekadar tutur kata biasa, melainkan doa yang langsung diijabah oleh Allah SWT.

“Setiap kata yang diucapkan oleh seorang ibu mengandung kekuatan doa yang sangat dahsyat. Ketika seorang ibu mendapati anaknya sulit diatur atau melakukan kesalahan, hendaknya lisan tetap dijaga agar hanya mengeluarkan ucapan yang baik dan mendoakan kebaikan. Lisan ibu harus menjadi benteng pelindung spiritual serta sumber keberkahan bagi anak-anaknya,” tutur Syaiful saat menyampaikan materinya.

Para peserta tampak sangat antusias menyimak setiap poin penjelasan yang disampaikan. Suasana diskusi interaktif pun terbangun hangat, di mana para jemaah saling berbagi pengalaman terkait tantangan mengasuh anak di rumah.

Ketua MT Al-Ummahatush Shalihah yang sekaligus menjabat sebagai Kepala TK Pertiwi Buah Hati Aribaya, Irfa Aryanti, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas bimbingan yang diberikan oleh KUA Pagentan.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Penyuluh Agama Islam dari KUA Pagentan yang telah memberikan pencerahan yang sangat berharga bagi para wali siswa. Mendidik anak di usia dini membutuhkan kesabaran luar biasa, dan pengingat tentang pentingnya menjaga lisan ini menjadi modal spiritual yang sangat penting bagi Ibu-ibu semua,” ungkap Irfa Aryanti.

Kegiatan bimbingan penyuluhan ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, serta kesuksesan anak-anak peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah. 

(msa/azd)