Banjarnegara (Humas) – Menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya kehidupan bukan sekadar melalui lantunan ayat-ayat suci, tetapi juga dengan memahami makna dan mengamalkan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya. Semangat inilah yang dihadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Wanadadi, Dewi Kholifah dan Namyroh Ndaruwati, dalam kegiatan kepenyuluhan di Majelis Taklim Al Hidayah Kasilib, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana religius ini berfokus pada pembacaan dan pendalaman makna Surat Al-Mulk ayat 1–6 dengan menggunakan Tafsir Al-Ibriz, disertai pembelajaran ilmu tajwid, khususnya hukum bacaan idgham bilaghunnah. Melalui pendekatan tersebut, jemaah diajak untuk tidak hanya memperindah bacaan Al-Qur’an, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan kebesaran Allah SWT dan pentingnya memperkuat keimanan.
Dalam penyampaian materinya, Dewi Kholifah mengajak jemaah untuk memahami kandungan Surat Al-Mulk ayat 1–6 melalui penjelasan Tafsir Al-Ibriz. Ayat-ayat tersebut mengingatkan manusia bahwa seluruh kekuasaan berada di tangan Allah SWT, kehidupan dan kematian merupakan bagian dari ketetapan-Nya, serta penciptaan langit menjadi bukti nyata kebesaran dan kesempurnaan-Nya.
“Ketika kita membaca Surat Al-Mulk, hendaknya hati kita ikut merenungkan kebesaran Allah SWT. Kita menyadari bahwa hidup ini adalah amanah dan kesempatan untuk memperbanyak amal saleh. Karena itu, mari kita dekatkan diri kepada Al-Qur’an, memahami pesannya, lalu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Dewi Kholifah.
Sementara itu, Namyroh Ndaruwati menekankan pentingnya membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar melalui penerapan kaidah tajwid. Dalam pembelajaran tersebut, jemaah diperkenalkan kembali pada hukum bacaan idgham bilaghunnah, yaitu ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf lam (ل) atau ra (ر), sehingga dibaca melebur tanpa dengung.
“Belajar Al-Qur’an membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri. Jangan merasa terlambat untuk belajar. Mari kita benahi bacaan sedikit demi sedikit, karena membaca Al-Qur’an dengan benar merupakan bentuk kecintaan dan penghormatan kita terhadap kalam Allah SWT,” ungkap Namyroh Ndaruwati.
Penggunaan Tafsir Al-Ibriz dalam kegiatan ini menjadi sarana untuk membantu jemaah memahami pesan ayat secara lebih dekat, sedangkan pembelajaran tajwid memberikan bekal praktis agar bacaan semakin tepat. Perpaduan antara pemahaman makna dan keterampilan membaca diharapkan mampu menjadikan kegiatan mengaji lebih bermakna serta mendorong jemaah untuk istiqamah berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Surat Al-Mulk ayat 1–6 juga mengandung pelajaran penting tentang kekuasaan Allah SWT, ujian kehidupan untuk mengetahui siapa yang terbaik amalnya, kesempurnaan ciptaan-Nya, serta peringatan bagi orang-orang yang mengingkari kebenaran. Pesan tersebut mengajak umat Islam untuk senantiasa memperkuat iman, memperbaiki amal, dan menjadikan ketaatan sebagai bagian dari perjalanan hidup.
Kegiatan kepenyuluhan di Majelis Taklim Al Hidayah Kasilib ini merupakan bagian dari ikhtiar Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Wanadadi dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an, memperkuat pemahaman keagamaan, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, majelis taklim diharapkan terus menjadi ruang pembelajaran yang menenteramkan hati, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan menumbuhkan generasi masyarakat yang mencintai Al-Qur’an.
KUA Kecamatan Wanadadi berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan dan penyuluhan keagamaan yang edukatif, humanis, dan berdampak bagi masyarakat. Semoga setiap ayat yang dibaca menjadi penerang hati, setiap ilmu yang dipelajari menjadi amal jariyah, dan setiap langkah dalam mendekatkan diri kepada Al-Qur’an mengantarkan umat menuju kehidupan yang lebih beriman, berakhlak mulia, dan diridai Allah SWT.
(nn/azd)
