“Perkuat Usaha, Tumbuhkan Kemandirian, dan Budayakan Infak” Penyuluh Agama Islam KUA Rakit Sampaikan Pesan di Pendampingan Mustahik Produktif

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rakit, Endah Widyawati, melaksanakan kegiatan pendampingan terhadap delapan mustahik produktif penerima bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Tengah di wilayah Kecamatan Rakit pada Minggu (25/10/2026)

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pengelolaan usaha, meningkatkan pendapatan, serta menumbuhkan kemandirian ekonomi penerima manfaat zakat.

Kegiatan pendampingan diisi dengan pembinaan oleh Endah Widyawati, kultum oleh Nuryati, penyampaian laporan perkembangan usaha, serta diskusi bersama mengenai berbagai kendala yang dihadapi mustahik dalam menjalankan usahanya.

Dalam sesi pembinaan, Endah mengajak para mustahik untuk mengelola bantuan produktif secara amanah, disiplin, dan bertanggung jawab. Para penerima manfaat juga didorong untuk melakukan pencatatan keuangan sederhana, memisahkan modal usaha dari kebutuhan rumah tangga, serta terus berinovasi agar usahanya berkembang.

“Pendampingan ini bukan sekadar memantau perkembangan usaha, melainkan juga membangun semangat, kedisiplinan, dan kemandirian para mustahik. Kami berharap bantuan yang diterima dapat dikelola secara optimal sehingga usaha semakin berkembang dan kesejahteraan keluarga meningkat,” ujar Endah Widyawati.

Dalam diskusi, para mustahik menyampaikan laporan hasil usaha sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi, mulai dari pemasaran, perputaran modal, hingga upaya meningkatkan penjualan. Melalui diskusi tersebut, peserta didorong untuk menemukan solusi yang sesuai dengan kondisi usaha masing-masing, termasuk memperluas pemasaran dan meningkatkan kualitas produk.

Nurhayati, salah seorang penerima manfaat, menyampaikan bahwa pendampingan memberikan motivasi dan wawasan untuk mengembangkan usahanya.

“Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan arahan dan kesempatan untuk berbagi pengalaman. Kami berharap usaha yang dijalankan semakin maju sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga,” ungkap Nurhayati.

Kegiatan juga diisi dengan penyampaian laporan infak dari para mustahik sebagai bentuk pembiasaan berbagi sesuai kemampuan. Hal ini menanamkan kesadaran bahwa zakat produktif tidak hanya mendorong peningkatan ekonomi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat berinfak.

Melalui pendampingan berkelanjutan, diharapkan delapan mustahik produktif di Kecamatan Rakit semakin mandiri, mampu mengembangkan usaha, dan kelak berkesempatan bertransformasi dari penerima manfaat menjadi pemberi manfaat bagi sesama.

(n/azd)