Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan terus berkomitmen dalam memberikan pendampingan dan edukasi keagamaan kepada masyarakat secara berkelanjutan. Pada Jumat (30/10/2026), Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, Sutrisno, menggelar kegiatan bimbingan penyuluhan di Majelis Taklim (MT) Nurul Iman, Desa Sokaraja. Kegiatan yang mengusung tema “Bekal Alam Kubur” ini diikuti oleh 35 orang jemaah dengan penuh antusias.
Dalam pencerahannya, Sutrisno menekankan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kematian melalui amalan saleh dan keimanan yang kokoh selama masih diberi kesempatan hidup di dunia. Ia mengingatkan bahwa harta dan jabatan tidak akan menyertai manusia di alam kubur, melainkan amalan dan ketaqwaan.
“Kehidupan dunia adalah tempat kita menanam, sedangkan akhirat—termasuk alam kubur—adalah tempat kita memetik hasilnya. Bekal terbaik yang harus kita siapkan bukanlah tumpukan harta benda, melainkan ketakwaan kepada Allah SWT, amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta doa dari anak-anak yang saleh,” ujar Sutrisno di hadapan para jemaah.
Penyuluhan ini berlangsung interaktif. Para jemaah menyimak pemaparan materi dengan khidmat dan aktif mengajukan pertanyaan seputar tata cara menjaga konsistensi beribadah dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Majelis Taklim Nurul Iman Desa Sokaraja, Mitro, menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran penyuluh dari KUA Pagentan yang rutin memberikan pembinaan keagamaan bagi para jemaah di desanya.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Sutrisno dari KUA Pagentan atas bimbingan dan keilmuan yang disampaikan. Materi tentang bekal alam kubur ini menjadi pengingat yang sangat berharga bagi kami semua agar selalu memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah setiap harinya,” kata Mitro.
Melalui kegiatan bimbingan penyuluhan secara berkala ini, KUA Pagentan berharap dapat memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat di tingkat desa sekaligus mempererat tali silaturahmi antara jajaran Kemenag dengan warga setempat.
(3S/azd)
