KUA Pandanarum Perkuat Edukasi Parenting Islami, Dorong Pendisiplinan Anak Tanpa Kekerasan

Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pandanarum terus memperkuat peran edukasi keagamaan dalam membangun keluarga yang harmonis dan mendukung tumbuh kembang anak. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Keagamaan bagi wali murid RA Miftahul Huda, Desa Sirongge, Kecamatan Pandanarum, pada Senin (2/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 WIB di ruang kelas RA Miftahul Huda ini mengangkat tema “Mendidik Anak agar Disiplin Tanpa Marah dan Kekerasan”. Penyuluhan tersebut menjadi bagian dari upaya KUA Pandanarum dalam memberikan pemahaman kepada orang tua sejumlah 20 orang mengenai pentingnya pola asuh positif yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Melalui materi yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Pandanarum yaitu Turno, para wali murid diajak memahami bahwa kedisiplinan anak tidak harus dibangun melalui hukuman fisik maupun luapan emosi. Sebaliknya, disiplin dapat ditanamkan melalui keteladanan, pembiasaan, komunikasi yang baik, serta pendampingan yang penuh kesabaran.

Pesan utama dalam penyuluhan ini adalah bahwa orang tua memiliki peran strategis sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak. Pengasuhan yang tepat tidak hanya membantu anak memahami aturan, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, kemandirian, dan akhlak mulia sejak usia dini.

Para wali murid juga memperoleh pemahaman mengenai penerapan disiplin dalam kehidupan sehari-hari, seperti membiasakan anak bangun pagi, merapikan mainan, berdoa sebelum beraktivitas, serta menyelesaikan tugas sederhana sesuai usianya. Pembiasaan tersebut perlu dilakukan secara konsisten dengan pendekatan yang mendidik, bukan menakut-nakuti.

Kepala RA Miftahul Huda, Nani, menyampaikan apresiasi atas dukungan KUA Kecamatan Pandanarum dalam memberikan edukasi kepada wali murid. Menurutnya, kegiatan parenting Islami memberikan manfaat penting karena pendidikan anak membutuhkan keterlibatan aktif orang tua, tidak hanya guru di sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi keistiqamahan Penyuluh Agama Islam dalam memberikan ilmu kepada wali murid. Jadi, bukan hanya anak-anak yang mendapatkan ilmu di sekolah, tetapi ibu-ibunya juga ikut tercerdaskan. Harapannya, materi yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga sehingga pendidikan anak di sekolah dan di rumah bisa berjalan beriringan,” ungkap Nani.

Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Pandanarum berharap para orang tua semakin memahami pentingnya pola pengasuhan yang positif dan ramah anak. Sinergi antara KUA, lembaga pendidikan, dan keluarga diharapkan mampu menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang aman, penuh kasih sayang, serta mendukung pembentukan karakter anak.

Pendidikan anak bukan sekadar membangun kecerdasan, melainkan juga menanamkan nilai keimanan, kedisiplinan, dan akhlak mulia. Dengan pola asuh yang tepat, keluarga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan generasi yang saleh, mandiri, dan berkarakter. 

(ev/azd)