Banjarnegara – Study Tour merupakan bagian dari pembelajaran secara outing class dengan tujuan memberi pengetahuan dan pengalaman yang komprehensif tentang sesuatu hal. Study tour dilaksanakan sebagai bentuk pengalaman baru bagi siswa untuk mengenal dunia luar yang berbeda dari suasana lingkungan madrasah. MI Maarif Al Falah Joyokusumo (Mimau) melaksanakan study tour serta wisata religi yang dilaksanakan pada hari Selasa-Kamis, 7-9 Januari 2025. Mimau mengawali semester genap dengan mengadakan kegiatan tersebut untuk kelas VA, VB, dan kelas VI.(11/1)
Kegiatan study tour dan wisata religi ini diikuti oleh kelas V-VI. Pemberangkatan dimulai pada hari Selasa sore dan diawali dengan pembacaan Al Quran yang setiap juznya telah dibagi untuk dibacakan oleh guru dan beberapa siswa pilihan. Hal ini bertujuan sebagai bentuk memohon kemanan kepada Allah SWT supaya perjalanan lancar tanpa suatau kendala. Study tour tahun ini memberangkatkan 3 kelas dengan 2 bis. Demi keamanan dan kenyamana, setiap guru memegang 1 kelompok dengan tujuan supaya terjalin penjagaan. Hal pertama yang dilakukan adalah melaksanakan wisata religi di 2 tempat yaitu Makam Syekh Maqdum Wali yang berada di Purwokerto serta Makam Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad (Mbah Priok) yang berada di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Semua siswa memanjatkan tahlil bersama yang dipimpin oleh Ustzad Endro. Perjalanan pada hari kedua dilanjutkan dengan berkunjung ke Monumen Nasional (Monas) yang secara langsung dipandu oleh petugas tour guide. Semua siswa diberi arahan tentang sejarah berdirinya monas dan hal hal yang berbau sejarah dicurahkan oleh petugas tour guide tersebut. Semangat membara dirasakan oleh siswa, dengan mengabadikan semua tampilan yang ada di museum untuk dijadikan sebuah pembelajaran dan laporan setiap kelompok.
Salah satu siswa mimau, Syaikh menyampaikan rasa takjub dan gembira dengan melihat kemegahan monas yang biasanya hanya dilihat di layar kaca saat pengibaran bendera.
“Ini adalah pengalaman pertama kali ke monas, dan ternyata memang indah sekali. Disini juga banyak sekali cerita sejarah yang dapat menambah wawasan. Hal yang menarik adalah mendengarkan rekamanan pembacaan teks proklamasi yang dibacakan langsung oleh Ir. Soekarno. Saya juga menangkap gambar untuk sebagai kenang-kenangan serta bahan laporan. ” ungkap Syaikh.
Setelah perjalanan edukasi di Monas, siswa disuguhkan dengan penampilan Lumba-lumba yang berada di Gelanggang Samudera serta menonton 5 dimensi. Cuaca panas kota Mtropolitan tidak mengurangi semangat dan rasa ingin tahu siswa Mimau. Perjalanan dulanjut dengan mengunjungi tempat permianan besar yaitu Dufan (Dunia Fantasi). Suguhan jenis permainan yang menarik, membuat semua siswa ingin mencoba.
Kesempatan dan pengalaman dirasakan baru oleh salah satu peserta Porseni yaitu Bian. Sempat merasa takut karena mencoba salah satu permainan di Dufan, namun tidak mematahkan semangat dan mentalnya untuk terus mencoba permainan yang ada.
“Seru sekali bisa mencoba permainan di Dufan, tempatnya yang sangat luas dan ramai membuat saya ingin mencoba semunya. Walapun ditengah perjalanan ada salah satu permainan yang membuat saya menjadi kurang enak badan, namun tidak membuat saya menjadi lesu.” ujar Bian.
Rangkaian kegiatan di Jakarta ditutup dengan mengunjungi tempat oleh-oleh di Purwakarta untuk keluarga di rumah dan kembali ke Banjarnegara pada Kamis pagi dengan keadaan sehat tanpa ada kendala apapun. (ad)
