Perdana! MTs Negeri 1 Banjarnegara Selenggarakan Komunitas Belajar Mendunia

Banjarnegara (Humas) – Sebagai satu-satunya madrasah yang terpilih sebagai madrasah inti transformatif oleh dinas pendidikan kabupaten Banjarnegara, MTs Negeri 1 Banjarnegara terus berupaya menjadi pelopor dalam implementasi kebijakan merdeka belajar.

Salah satu kegiatan yang sedang dan akan terus digiatkan MTs Negeri 1 Banjarnegara adalah Komunitas Belajar atau Kombel. Selanjutnya komunitas belajar Madtsansa menggunakan nama Mendunia sebagai nama Kombel.

Kegiatan komunitas belajar Mendunia, dilaksanakan untuk pertama kalinya pada Sabtu (18/1) di aula Madtsansa dengan program kegiatannya adalah penyusunan perangkat pembelajaran terintegrasi lingkungan hidup.

Yatiman, kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa kegiatan Kombel Mendunia merupakan salah satu upaya mewujudkan visi besar Kemendikbud Ristek.

“Kemendikbud Ristek memiliki visi yakni mencetak generasi emas Indonesia di tahun 2045. Tentu diperlukan transformasi yang besar dalam mewujudkannya. Nah, salah satunya adalah melalui implementasi kebijakan merdeka belajar. Banyak aspek dalam Merdeka belajar dan Komunitas Belajar menjadi bagian di dalamnya.” Terang Yatiman.

Bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan Kombel Mendunia perdana adalah Novia Fajriati Alqomar. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting mengingat banyaknya manfaat yang akan didapatkan oleh semua guru.

“Kegiatan komunitas belajar ini kalau bisa saya katakan adalah seperti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran MGMP. Dari musyawarah ini tentu akan banyak sekali manfaat yang kita dapatkan, salah satunya adalah topik kita hari ini. Dari kegiatan ini semua guru akan dapat membuat produk perangkat pembelajaran yang terintegrasi dengan lingkungan hidup,” ucap Novia Fajriati Alqomar.

Secara terpisah, Yuniyati yang merupakan wakil kepala urusan kurikulum menyampaikan pentingnya komunitas belajar Mendunia.

“Komunitas Belajar Mendunia ini penting. Kita akan belajar bersama dan berkolaborasi secara rutin dengan tujuan yang jelas dan terukur untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar peserta didik” terang Yuniyati.

“Kombel ini juga menjadi sangat penting karena  komunitas belajar menjadi wadah untuk merealisasikan terjadinya kolaborasi antar pendidik. Dengan adanya komunitas belajar di Madtsansa, ketimpangan kompetensi antar pendidik dapat diminimalisir,” sambungnya.

Komunitas Belajar Mendunia diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pendidik dan membangun budaya belajar bersama yang berkelanjutan, sehingga membentuk ekosistem dan budaya belajar untuk peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. (Fy/La)