Banjarnegara (Humas) – MTs Ma’arif Mandiraja (Matsamara) mengadakan kegiatan Isra Mikraj dan Emotional Spiritual Quotient (ESQ) di Masjid Jami’ Salafiyah Mandiraja Kulon dengan Narasumber dari Wonosobo Kyai Abdullah Ma’sum, Alh. beliau merupakan sosok motivator dan pengasuh Pondok Pesantren Ar-Ridwan Wonosobo. Kegiatan ini tujukan untuk seluruh peserta didik dari kelas VII sampai dengan kelas IX putra dan putri. (4/2/2025)
Ibu Supriyati, selaku Kepala Madrasah mengatakan, dalam rangka mengimplementasikan visi dan misi Madrasah Matsamara mengadakan kegiatan Isra Mikraj dan ESQ dengan tujuan memberikan motivasi kepada peserta didik supaya lebih bisa mengelola kecerdasan spiritual dan emosionalnya dalam menghadapi problematika kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai di Masjid Jami’ Salafiyah Mandiraja Kulon dengan diawali shalat dhuha bersama, mujahadah, dilanjut dengan pengajian dan pemberian motivasi oleh Kyai Abdullah Ma’sum, Alh dari Wonosobo,” terang Ibu Kamad.
Kyai Abdullah Ma’sum, Alh dalam pengajiannya menyampaikan, ada empat hal kunci kesuksesan; Pertama Sukses Intelektual, akal kita harus lebih cerdas dari pada akal orang lain sedunia, prinsipnya saya harus tau lebih dulu, maka pemikiran kita akan di atas rata-rata. Kedua Sukses Finansial, mencari harta bukan karna cinta melainkan sebagai sarana pendukung ibadah untuk memudahkannya. Ketiga, Sukses Sosial, akhlaknya harus selalu mulia.
Dan Keempat Sukses Spiritual akidahnya kokoh sesuai ajaran ahlussunnah wa al jama’ah.Beliau juga menegaskan, “Inti pertama pengajian kali ini ialah hari ini harus lebih baik dari pada kemaren maka akan menjadi orang sukses,”
Teuku Syakaa Al Habsi selaku peserta didik kelas IX D mengatakan, Alhamdulillah saya merasa sangat bersyukur bisa mengikuti pengajian dalam rangka Isra Mikraj dan ESQ yang diselenggarakan oleh Madrasah.
Pengajian yang di sampaikan oleh Kyai Abdullah Ma’sum, Alh. ini benar-benar menggugah hati dan menyadarkan saya akan banyaknya kesalahan yang pernah saya lakukan, terutama terhadap orang tua saya. Saya menyadari bahwa selama ini masih sering bersikap kekanak-kanakan dan kurang menghargai mereka.
“Suasana pengajian yang penuh ketulusan membuat hati saya tersentuh, terlebih saat kami semua berdoa bersama, memohon ampun kepada Allah dan berdoa untuk menjadi anak yang lebih baik di masa depan,” tambahnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Madrasah yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, juga kepada Kyai Abdullah Ma’sum, Alh yang telah memberikan nasihat penuh makna kepada kami.
Dan juga saya berharap semoga kedepannya MTs Ma’arif Mandiraja dapat lebih sering dalam melaksanakan kegiatan seperti ini agar kita semua semakin sadar dan berusaha memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik, lebih taat kepada Allah, serta lebih berbakti kepada orang tua,” pungkas Teuku. (JM)
