ASN MTs Negeri 1 Banjarnegara Terima Satyalancana Karya Satya di Momen HUT ke-80 RI

Banjarnegara (Humas) – Sebanyak 11 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari MTs Negeri 1 Banjarnegara menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satyapada upacara peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025), di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara. Penghargaan tersebut diberikan pemerintah sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian, loyalitas, serta dedikasi mereka dalam dunia pendidikan.

Kesebelas penerima Satyalancana Karya Satya dari MTs Negeri 1 Banjarnegara tersebut yaitu: Amri Inayati, Abdul Majid, Bambang Naryanto, Ikhsanudin, Kun Hidayati, Linara, Nurwachidin Supriyatno, Sarno, Tri Widayati, Widi Widayati, dan Yuniyati.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, H. Karsono, kepada tim warta Madtsansa menyampaikan bahwa penghargaan ini bukan hanya sekadar simbol, melainkan bukti nyata pengabdian para ASN.

“Satyalancana Karya Satya adalah tanda kehormatan dari negara. Pemerintah memberikan penghargaan ini kepada para pegawai yang dengan penuh dedikasi, disiplin, serta loyalitas, terus mengabdi tanpa pamrih. Saya berharap penghargaan ini dapat memacu semangat untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam dunia pendidikan madrasah,” ungkap Karsono.

Sementara itu, Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas pencapaian para guru yang menerima penghargaan tersebut.

“Ini adalah kebanggaan besar bagi keluarga besar MTs Negeri 1 Banjarnegara. Satyalancana yang diterima para guru bukan hanya penghargaan pribadi, tetapi juga kebanggaan institusi. Mereka telah memberi teladan dalam hal ketelatenan, disiplin, dan konsistensi membimbing anak-anak menuju masa depan yang lebih baik. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh guru untuk terus berkarya,” tutur Yatiman.

Salah satu penerima penghargaan, Kun Hidayati, menyampaikan rasa haru sekaligus syukur atas penghargaan yang diterimanya.

“Bagi saya, penghargaan ini adalah bentuk pengakuan dari negara atas pengabdian yang kami lakukan. Selama puluhan tahun mengajar, tentu banyak suka duka. Namun penghargaan ini membuat semua terasa terbayar. Semoga kami bisa terus istiqamah mendidik dengan sepenuh hati,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Abdul Majid, yang juga menerima Satyalancana Karya Satya.

“Kami bersyukur bisa dipercaya mengemban amanah ini. Tugas mendidik generasi bangsa adalah pengabdian seumur hidup. Semoga Satyalancana ini menjadi pelecut semangat untuk semakin inovatif dalam mengajar, agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi cerdas dan berakhlak mulia,” katanya.

Selain itu, Yuniyati salah satu guru penerima penghargaan, menambahkan bahwa Satyalancana ini adalah motivasi untuk terus berkarya.

“Kami merasa bangga dan terhormat bisa menerima penghargaan ini di momen bersejarah peringatan kemerdekaan RI. Saya pribadi menjadikannya sebagai dorongan untuk semakin berkomitmen mendidik siswa dengan metode yang kreatif, agar pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna,” tutur Yuniyati.

Penghargaan Satyalancana Karya Satya diberikan kepada ASN yang telah mengabdi selama 10, 20, hingga 30 tahun secara terus-menerus, menunjukkan prestasi kerja, kedisiplinan, serta loyalitas yang tinggi. Para penerima penghargaan ini dipandang telah berjasa dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pengabdian mereka di dunia pendidikan.

Upacara penganugerahan berlangsung khidmat dengan balutan busana adat nasional yang menambah nuansa kebangsaan. Para guru MTs Negeri 1 Banjarnegara tampak penuh kebanggaan saat menerima tanda kehormatan dari Kepala Kankemenag Banjarnegara.

Di akhir acara, Kepala Kankemenag kembali menegaskan pentingnya menjaga semangat pengabdian.

“Saya berharap para penerima Satyalancana Karya Satya tetap rendah hati, tidak berhenti berinovasi, dan terus menginspirasi rekan sejawat maupun para siswa. Karena pendidikan adalah tonggak utama dalam pembangunan bangsa,” pungkas Karsono.

Dengan penghargaan ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara sekali lagi membuktikan diri sebagai madrasah yang bukan hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki tenaga pendidik dengan dedikasi tinggi dalam mengabdi pada negara dan masyarakat. (Lin/La)