Banjarnegara (Humas) – Upaya pemulihan pascabencana tanah longsor di wilayah Pandanarum terus dilakukan, tidak hanya pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga penguatan spiritual masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Masjid At-Tanwir Muhammadiyah yang berlokasi di sekitar hunian para penyintas bencana. (19/1/2026)
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala KUA Pandanarum yaitu Mutolib, Pejabat Lintas Sektor Pandanarum, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah, tokoh masyarakat, serta warga penyintas longsor. Kehadiran berbagai unsur ini menjadi wujud sinergi dan kepedulian bersama dalam mendampingi masyarakat bangkit dari keterpurukan pascabencana.
Dalam kesempatan tersebut, Mutolib menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas inisiatif Muhammadiyah dalam membangun masjid di kawasan hunian penyintas. Menurutnya, kehadiran masjid memiliki peran strategis sebagai pusat ibadah, penguatan keimanan, sekaligus ruang kebersamaan sosial bagi masyarakat yang tengah berjuang menata kembali kehidupan mereka.
“Masjid bukan hanya tempat melaksanakan ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat ketenangan batin, penguatan mental, serta pembinaan umat. Di tengah kondisi pascabencana, keberadaan masjid sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan harapan dan optimisme,” ungkap Mutolib.
Ia berharap proses pembangunan Masjid At-Tanwir dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tepat waktu, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh para penyintas dan masyarakat sekitar. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.
Pembangunan Masjid At-Tanwir Muhammadiyah ini menjadi simbol bangkitnya kehidupan spiritual masyarakat terdampak bencana. Lebih dari sekadar bangunan fisik, masjid diharapkan menjadi sumber cahaya, penguat ukhuwah, serta penopang keteguhan iman para penyintas dalam menghadapi masa depan yang lebih baik.
(ev/azd)
