Belajar Pecahan Jadi Lebih Mudah, Siswa Praktik Langsung dengan Roti dan Buah

 Banjarnegara – Pembelajaran Matematika di kelas yang diampu oleh Nugrah Haryati, kembali berlangsung menarik dan menyenangkan pada Jum’at, (30/1). Kali ini, siswa belajar dengan tema “Pecahan Sederhana Menggunakan Benda Konkret dan Gambar”, yang dirancang agar siswa lebih mudah memahami konsep pecahan melalui praktik langsung.

Kegiatan pembelajaran diawali dengan instruksi guru agar setiap siswa membawa roti atau buah dari rumah. Suasana kelas pun tampak semarak saat siswa menyiapkan bekal masing-masing untuk digunakan sebagai media belajar. Dengan penuh antusias, siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai konsep pecahan sederhana seperti ½ (setengah) dan ¼ (seperempat).

Setelah itu, siswa diminta memotong roti atau buah yang dibawa sesuai dengan petunjuk guru. Ada yang membagi menjadi dua bagian sama besar, ada pula yang membaginya menjadi empat bagian. Kegiatan ini membuat siswa dapat melihat dan merasakan langsung bagaimana sebuah benda utuh dibagi menjadi beberapa bagian yang sama.

Tidak hanya berhenti pada praktik memotong, pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan mengerjakan tugas. Siswa mengerjakan soal pecahan menggunakan gambar bangun datar yang telah disediakan guru. Melalui gambar tersebut, siswa belajar menghubungkan pengalaman konkret dengan bentuk visual pecahan dalam Matematika.

Wali kelas Nugrah Haryati, menjelaskan bahwa penggunaan benda di sekitar sangat efektif dalam pembelajaran Matematika. “Belajar matematika menggunakan benda konkret yang ada di lingkungan sekitar membuat pembelajaran lebih menyenangkan serta mempermudah pemahaman,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, siswa tampak aktif bertanya, berdiskusi, dan menunjukkan hasil potongan mereka kepada guru. Pembelajaran seperti ini tidak hanya membantu siswa memahami konsep pecahan, tetapi juga melatih ketelitian, kemandirian, serta rasa percaya diri.

Dengan metode pembelajaran yang kontekstual dan variatif, diharapkan siswa semakin menyukai Matematika dan mampu memahami konsep dasar dengan lebih baik. Kegiatan ini menjadi salah satu contoh pembelajaran bermakna yang mengaitkan materi pelajaran dengan pengalaman nyata siswa sehari-hari.(nas)