Demi Generasi Qur’ani, Guru MIM dan BA Aisyiyah Badakarya Serius Dalami Metode Umi

Banjarnegara – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an, guru dari MI Muhammadiyah Badakarya serta BA Aisyiyah 1 dan 2 Badakarya mengikuti In House Training (IHT) dengan materi pembelajaran Al-Qur’an menggunakan metode Ummi. Dengan tema ‘Belajar Alquran dengan Metode Ummi, mudah, menyenangkan dan menyentuh hati’.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari Rabu hingga Jumat, 9–11 Juli 2025, bertempat di kompels Gedung Selatan MI Muhammadiyah Badakarya. Pelatihan ini dipandu langsung oleh guru Qur’an dari MI Istiqomah Sambas, Purbalingga, yang telah berpengalaman dalam menerapkan metode Ummi secara efektif.

Laetul Qodar Kepala MI Muhammadiyah Badakarya dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan Al-Qur’an dengan benar secara tartil dan menyentuh hati. “Melalui pelatihan ini, kami berharap guru-guru mampu mengimplementasikan metode Ummi di kelas dengan maksimal, demi mencetak generasi yang cinta Al-Qur’an,” ungkapnya.

Salah satu guru dari BA Aisyiyah 1, Wardiyati, turut mengungkapkan kesan positifnya selama mengikuti pelatihan. “Ternyata pelatihan ini menarik dan tidak membosankan. Penyampaian materi mudah dipahami dan sangat aplikatif,” ujarnya.

Sementara itu, Khadriyah, guru BA Aisyiyah 2, juga merasa termotivasi. “Meski usia sudah tidak muda, saya tetap semangat belajar demi generasi Qur’an masa depan,” tuturnya penuh semangat.

Metode Ummi dikenal sebagai pendekatan pembelajaran Al-Qur’an yang terstruktur dan menyeluruh, mencakup tahsin, tartil, dan penguatan karakter Qur’ani. Dengan pelatihan ini, diharapkan semua guru mampu menjadi motor penggerak dalam mewujudkan pembelajaran Al-Qur’an yang berkualitas di lembaga masing-masing. (Fwn)