Banjarnegara – Madrasah Ibtidaiyah Al Fatah terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan berorientasi pada pengembangan bakat peserta didik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui lomba bertutur tingkat MI Al Fatah (MIFABARA) yang digelar sebagai ajang untuk menggali potensi acting, keberanian, serta kemampuan bertutur siswa.(9/2)
Lomba ini diikuti oleh siswa kelas 4 dan 5 yang memiliki kemauan dan kemampuan dalam bermain peran. Para peserta merupakan siswa terpilih hasil pengamatan guru kelas dan guru pendamping yang dinilai mampu menampilkan cerita dengan ekspresi, penghayatan, serta alur tutur yang baik. Sejak tahap persiapan, para siswa tampak antusias berlatih, menghafal naskah, serta mendalami karakter yang akan diperankan.
Tema yang diangkat dalam lomba bertutur ini adalah cerita rakyat dari Banjarnegara. Pemilihan tema tersebut bertujuan untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus memperkenalkan nilai-nilai luhur daerah kepada generasi muda. Melalui cerita rakyat, siswa belajar memahami pesan moral seperti kejujuran, keberanian, kerja keras, dan sikap pantang menyerah yang tersirat dalam setiap kisah.
Dalam pelaksanaannya, setiap peserta tampil secara individu dan kelompok membawakan cerita dengan gaya khas masing-masing. Mereka memadukan olah vokal, mimik wajah, gerak tubuh, serta intonasi suara yang mendukung alur cerita. Penampilan siswa menunjukkan keberanian tampil di depan umum serta kemampuan menghidupkan cerita layaknya seorang aktor cilik.
Guru pembimbing lomba menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran karakter. “Melalui lomba bertutur, siswa dilatih percaya diri, berani berekspresi, serta mampu menyampaikan ide dan cerita dengan baik,” ungkapnya.
Kepala MI Al Fatah turut memberikan apresiasi atas semangat para peserta dan dukungan orang tua. Ia menegaskan bahwa madrasah berupaya memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk berkembang sesuai bakat dan minatnya. “Bakat acting anak-anak perlu difasilitasi sejak dini agar tumbuh seiring dengan karakter yang baik dan kecintaan terhadap budaya sendiri,” tuturnya.
Salah satu orang tua peserta mengaku bangga melihat anaknya berani tampil dan percaya diri. Lomba Bertutur MIFABARA pun menjadi bukti bahwa pembelajaran di MI Al Fatah tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga membangun potensi, karakter, dan jati diri siswa secara utuh.(nas)
