Gotong Royong Amankan PTM Terbatas

Banjarnegara – Senin (13/9) adalah hari pertama siwa MAN 1 Banjarnegara mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. Kepala Madrasah, Sunaryo menjelaskan akan selalu mengontrol pelaksanakan Prokes dalam PTM ini.

“Hari ini saya sangat gembira melihat kembali pembelajaran dan interaksi di madrasah,” terangnya.

“Kami akan melakukan kontrol dan perbaikan dalam pelaksanaan PTM. Saya mengajak semua unsur yang ada di madrasah ini untuk melakukan prokes dengan baik. Kami tidak ingin terjadi kasus,” tuturnya

Kepala Madrasah mengajak semua unsur bergotong- royong menjaga keamanan PTM.

“Saya mohon guru, tenaga kependidikan dan siswa untuk bergotong royong memastikan keselamatan, keamanan dan kesehatan warga madrasah. Tidak hanya di madarasah tapi juga dalam perjalanan,” imbaunya

Waka Kurikulum, Indriyani dalam keterangannya menyampaikan bahwa PTM ini dilakukan secara terbatas.

“Kami melakukan pembatasan PTM dengan mengadakan shifting. Setiap hari siswa yang hadir adalah separoh dari jumlah siswa, yaitu siswa dengan nomor absen separo ke atas masuk pada hari Senin, Rabu, dan Jumat.Sedangkan separo ke bawah PTM hari Selasa, Kamis dan Sabtu.Sedangkan pembelajaran berlangsung sejak pukul 07.45 – 11.15,” jelasnya

“Sebelum KBM, siswa membaca Asmaul Husna dipandu secara sentral oleh guru PAI dan didampingi guru di setiap kelas,” imbuh Indriyani

Siswa pun merasa senang dan semangat melaksanakan PTM. Hal ini sebagaimana dituturkan oleh Nova Aulia D, siswa kelas XI IPA.

 “Senang dengan PTM. Selain bisa bertemu dengan teman-teman juga bisa belajar langsung dengan guru. Saya rasa jika belajar langsung begini, materi lebih banyak yang bisa dipahami,” ungkapnya

“Selain itu sebelumnya saya sudah menyiapkan buku dan modul. Handsanitizer serta masker juga saya siapkan sebelumnya,” jelasnya

Alifah mengaku senang karena PTM bisa mengatasi kejenuhan belajar online.

“Tidak menyangka kalau masih ada kesempatan bertatap muka dengan bapak ibu guru dan bertemu dengan  teman.PTM membuat saya semangat lagi untuk belajar karen sudah sekian lama semangat belajar menurun karena jenuh belajar sendiri.” (swh/ak)