Banjarnegara (Humas) – Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Vol 1 atau IPAS Vol 1, kelas 5B MI Ma’ arif Al Falah Joyokusumo berhasil melakukan eksperimen gunung meletus. Dengan diikuti seluruh siswa kelas 5B, ekperimen ini dilakukan di ruang kelas. (26/1)
Ekperiemen ini dilakukan secara individu, yang artinya setiap siswa melakukan ekperimen gunung meletus sendiri dengan bantuan guru dan juga teman-teman kelas lainnya. Namun, sebelum melakukan ekperimen, para siswa menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan terlebih dahulu. Bahan yang diperlukan diantaranya adalah baskom, botol, kertas, soda kue, cuka, pewarna makanan berwarna merah.
Setelah meyiapkan alat dan bahan, kegiatan ekperimen gunung meletus dilanjut dengan membuat dasar gunung. Dasar gunung ini dibuat dengan menggunakan botol yang dilapisi dengan kertas agar dasar gunung berbentuk kerucut. Setalah membuat dasar gunung, dilanjut dengan membuat kawah.
Pembuatan kawah ini dilakukan dengan cukup membuat lubang kecil pada puncak gunung yang kemudian diberi larutan soda kue dengan campuran cuka. Setelah selesai membuat, siswa pun diminta untuk mengamati proses gunung meletus.
Pengamatan yang dilakukan oleh siswa kelas 5B ditinjau berdasarkan pada prinsip kimia yang disebut dengan reaksi asam-basa. Dimana soda kue basa dan cuka itu mengandung asam. Dari hal inilah siswa diminta untuk mengamati kedua bahan tersebut yang dimana ketika soda kue dan cuka dicampur akan bereaksi dan menghasilkan gas karbindioksida yang akan memunculkan cairan seperti lava pada gunung saat meletus. Hal ini seperti yang disampaikan oleh wali kelas 5B, Farida Fitriana.
“Eksperimen berdasarkan pada prinsip kimia yang disebut reaksi asam-basa. Soda kue itu basa, sedangkan cuka itu asam. Kalo kedua bahan dicampur, maka akan bereaksi dan menghasilkan gas karbon dioksida. Gas ini akan yang menyebabkan lava dan keluar dari kawah dan membuat gunung meletus,” ucap Farida.
Setelah melakukan pengamatan, siswa juga diminta untuk mencatat berapa lama waktu yang dibutuhkan agar gunung yang dibuatnya meletus dan juga mengukur berapa ketinggian lava yang dikeluarkan. Eksperimen ini pun dilakukan selama 45 menit dengan dimulai dari mempersiapkan alat dan bahan, hingga proses pengamatan. Selama 45 menit melakukan eksperimen gunung meletus ini, siswa kelas 5B tampak sangat antusias terlebih ketika eksperimen yang mereka lakukan itu berhasil. “Antusias siswa sangat gembira ketika melakukan eksperimen dan berhasil dalam melakukannya. Suatu hal yang baru bagi anak-anak,” ucap Farida. (RN)
