Guru Bahasa Indonesia MA Ikuti Diklat PKB

Banjarnegara – Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat Madrasah Aliyah Kabupaten Banjarnegara mengikuti diklat Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang diselenggarakan oleh Pokja MGMP Bahasa Indonesia (26/11). Diklat PKB-MGMP dibuka oleh Kakan Kemenag Kabupaten Banjarnegara di auditorium Ponpes Tanbihul Ghofilin. Dalam sambutannya, Kakankemenag, Agus Suryo Suripto mengharap dengan diklat para guru Madrasah akan lebih profesional.

“Saya berharap guru madrasah akan lebih profesional dalam menjalankan profesinya sehingga tidak akan gagap dalam mengahadapi perubahan zaman yang cepat. Setiap perubahan zaman akan menuntut keahlian guru untuk beradaptasi. Dengan demikian guru tidak akan pernah ketinggalan zaman,” tuturnya

Ketua MGMP Bahasa Indonesia MA, Kusdaryoko menuturkan bahwa diklat PKB-MGMP dilaksanakan selama delapan pekan. “Diklat PKB-MGMP yang berlangsung delapan pekan dan berakhir tanggal 15 November diikuti oleh 23 peserta. Peserta diklat adalah guru-guru Bahasa Indonesia Madrasah Aliyah di Kapupaten Banjarnegara,” jelasnya

“Kegiatan ini sebagai realisasi bantuan Block Grant yang kami ajukan beberapa bulan yang lalu. Bantuan dana Block grant sebagai bentuk penguatan, perluasan akses dan peningkatan mutu untuk kegiatan MGMP. Selain itu, bantuan diberikan sebagai sarana peningkatan keprofesian berkelanjutan untuk guru Bahasa Indonesia MA,” imbuhnya

Iwan Susanto, sekretaris MGMP Bahasa Indonesia MA menuturkan bahwa diklat dilaksanakan dengan pola in-on-in

“Dalam kegiatan diklat ini mengangkat dua Unit Pembelajarn (UP), yaitu Puisi dan Teks kritik dan esai. Setiap UP dilaksanakan pola in-on-in.Pada kegiatan in-1 peserta mendapat materi UP dan merancang pemeblajaran untuk on.Selanjutnya pada kegiatan on, paserta praktik mengajar di kelasnya. Sedangkan in-2 adalah refleksi atas kegiatan on.Dengan demikian diklat ini akan efektif sebagai tempat belajar ,sumber belajar, wadah komunikasi, pembinaan peningkatan profesi dan karir guru Bahasa Indonesia MA yang terarah, terukur dan berkelanjutan.” pungkasnya. (swh/ak)