Banjarnegara (Humas) – Sebanyak 12 guru MTs Negeri 1 Banjarnegara mengikuti kegiatan Sharing Penyusunan Kisi-Kisi dan Bahan Naskah Soal Asesmen Sumatif Semester (ASAS) Gasal Tahun Ajaran 2025/2026 yang dilaksanakan pada Selasa (7/10) di RM Sari Rahayu Semampir. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K3MTs) Kabupaten Banjarnegara yang bertujuan untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kualitas soal ujian di lingkungan madrasah.
Hadir dalam kegiatan ini sejumlah guru dari berbagai mata pelajaran, di antaranya Ikhsanudin (Akidah Akhlak), Rahma Ayu Arina Putri (SKI), Siti Masruroh, (Pendidikan Pancasila), Musfiatul Muniroh, (Bahasa Arab), Yuniyati, (Matematika), Novia Fajriati Alqomar, (IPA), Asih Wijayanti (IPS), Agustina Dewi M (Bahasa Inggris), Dody Herdiyanto (PJOK), Kasum (Informatika) dan Erma Ratnainingrum (Bahasa Jawa). Seluruh peserta terlihat aktif dalam diskusi dan perumusan rancangan kisi-kisi sesuai dengan mata pelajaran masing-masing.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kualitas proses pembelajaran dan penilaian di madrasah.
“Melalui kegiatan penyusunan kisi-kisi dan soal ini, kami ingin memastikan bahwa setiap materi yang diujikan benar-benar sesuai dengan kompetensi dasar yang telah diajarkan. Guru juga diharapkan bisa menyusun soal yang tidak hanya mengukur pengetahuan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis peserta didik,” ujar H. Yatiman.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Hj. Yuniyati, yang juga menjadi salah satu peserta sekaligus pembimbing dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya kolaborasi antarpendidik dalam menyusun kisi-kisi.
“Kita perlu menyamakan persepsi antar guru agar soal yang dihasilkan tidak hanya relevan dengan kurikulum, tetapi juga proporsional dalam tingkat kesulitan dan konteksnya. Dengan begitu, hasil asesmen bisa menjadi gambaran nyata tentang capaian belajar siswa,” jelasnya.
Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi para guru untuk berbagi pengalaman dalam pembuatan soal yang kreatif dan inovatif. Siti Masruroh, guru Pendidikan Pancasila, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam memperdalam pemahaman terhadap penyusunan soal yang baik.
“Kami tidak hanya belajar tentang teknis penyusunan kisi-kisi, tetapi juga bagaimana merancang soal yang bisa mengukur kemampuan analisis dan nilai-nilai karakter siswa,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan oleh Dody Herdiyanto guru PJOK, yang mengapresiasi kesempatan kolaborasi lintas mata pelajaran ini.
“Ternyata, prinsip penyusunan soal di semua mapel memiliki benang merah yang sama, yaitu kesesuaian dengan kompetensi dasar dan konteks kehidupan nyata. Ini menjadi tantangan bagi guru untuk terus berinovasi,” ujarnya.
Dari hasil kegiatan ini, para guru MTs Negeri 1 Banjarnegara diharapkan dapat menghasilkan kisi-kisi dan naskah soal yang siap digunakan pada pelaksanaan ASAS Gasal Tahun Ajaran 2025/2026. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi bagi guru dalam memperbaiki strategi pembelajaran di semester berikutnya.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyerahkan hasil penyusunan kepada koordinator kurikulum untuk dilakukan verifikasi dan penyempurnaan sebelum digunakan secara resmi dalam pelaksanaan asesmen. Semangat kebersamaan dan profesionalisme guru MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan di madrasah. (Lin/La)
