Banjarnegara – Inovasi pembelajaran terus dilakukan oleh guru MI Al-Fatah Parakancanggah (MIFABARA) dengan memanfaatkan teknologi sederhana namun berdampak besar. Salah satu karya terbaru yang dikembangkan adalah media pembelajaran interaktif berbasis PowerPoint (PPT) kolaborasi dengan youtobe yang dirancang agar dapat digunakan siswa secara mandiri.(26/3)
Media interaktif ini tidak lagi sekadar tampilan slide biasa, melainkan dikemas seperti aplikasi sederhana dengan berbagai menu yang dapat dipilih langsung oleh siswa. Dalam tampilan awal, siswa disuguhkan menu utama yang menarik dan penuh warna, di antaranya menu materi, integrasi Al-Qur’an, kuis, lagu, hingga petunjuk penggunaan.
Dengan desain tersebut, siswa dapat menentukan sendiri alur belajarnya. Mereka bisa memulai dari memahami materi, kemudian melanjutkan ke kuis untuk menguji pemahaman, atau bahkan belajar melalui lagu yang telah disediakan. Hal ini menjadikan pembelajaran lebih fleksibel dan sesuai dengan gaya belajar masing-masing siswa.
Salah satu guru MIFABARA menjelaskan bahwa media ini dibuat untuk menjawab kebutuhan pembelajaran yang lebih interaktif dan tidak monoton. “Kami ingin membuat pembelajaran yang bisa dijelajahi siswa sendiri. Jadi mereka tidak hanya menonton atau mendengar, tetapi juga aktif memilih dan mencoba,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa integrasi berbagai menu dalam satu media memberikan pengalaman belajar yang lebih lengkap. Tidak hanya aspek kognitif, tetapi juga nilai religius melalui integrasi Al-Qur’an serta aspek kreatif melalui lagu dan permainan.
Kepala Madrasah MIFABARA memberikan apresiasi atas pengembangan media interaktif tersebut. Menurutnya, inovasi ini menunjukkan bahwa guru mampu memanfaatkan teknologi yang ada untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna.
“Ini adalah langkah maju yang sangat baik. Dengan media interaktif seperti ini, siswa bisa belajar kapan saja dan di mana saja. Bahkan tanpa didampingi guru sekalipun, mereka tetap bisa memahami materi dengan baik,” tuturnya.
Beliau juga berharap media ini dapat terus dikembangkan dan digunakan secara luas, baik di lingkungan madrasah maupun di luar. “Pembelajaran masa kini harus memberi ruang bagi siswa untuk mandiri. Ketika mereka diberi kesempatan untuk mengeksplorasi, maka rasa ingin tahu mereka akan tumbuh dengan sendirinya,” tambahnya.
Sebagaimana pesan inspiratif yang mengiringi langkah ini, “Belajar terbaik adalah ketika siswa diberi ruang untuk menemukan, mencoba, dan memahami dengan caranya sendiri.”(nas)
