Jangan Biarkan Masa Depan Berjalan Tanpa Arah, Penyuluh KUA Kalibening Ajak Siswi Rencanakan Cita-Cita dan Perkuat Spiritual

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalibening, Ngudi Rahayu, melaksanakan penyuluhan keagamaan di SMA Muhammadiyah Kalibening, Senin (26/10/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) dan Keputrian dengan materi perencanaan masa depan dan penguatan spiritual bagi para siswi.

Dalam kegiatan ini, Ngudi Rahayu mengajak para siswi menyadari pentingnya mempersiapkan masa depan sejak usia remaja. Masa sekolah merupakan kesempatan berharga untuk mengenali potensi diri, mengembangkan kemampuan, serta menentukan tujuan yang ingin dicapai. Perencanaan yang baik dapat membantu remaja lebih terarah dalam mengambil keputusan dan menjalani proses meraih cita-cita.

Ia juga menekankan bahwa merencanakan masa depan tidak cukup hanya dengan menetapkan keinginan. Para siswi perlu menyertainya dengan usaha nyata, kedisiplinan, semangat belajar, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri. Mereka juga perlu belajar menghadapi tantangan tanpa mudah menyerah ketika menemui kesulitan.

“Cita-cita perlu disertai langkah nyata dan keyakinan yang kuat. Susunlah rencana masa depan dengan baik, tekunlah belajar, dan jangan lupa memperkuat hubungan dengan Allah Swt. agar setiap langkah tetap berada dalam nilai-nilai kebaikan,” demikian pesan yang disampaikan dalam materi penyuluhan tersebut.

Selain perencanaan masa depan, penguatan spiritual menjadi bagian penting dalam pembinaan remaja. Keimanan dan pemahaman agama diharapkan menjadi pegangan bagi para siswi ketika menghadapi tekanan pergaulan, menentukan pilihan, maupun menyikapi berbagai persoalan kehidupan. Dengan bekal spiritual yang kuat, mereka diharapkan mampu menjaga perilaku dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.

Melalui kegiatan BRUS dan Keputrian ini, para siswi diharapkan semakin termotivasi untuk menyusun masa depan secara terarah, mengembangkan potensi diri, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam meraih cita-cita. 

(WHA/azd)