Banjarnegara (Humas) – Momen penuh haru dan kebanggaan mewarnai Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Al Fatah Banjarnegara, yang digelar pada 23 Februari 2025. Acara ini menjadi lebih istimewa dengan keberhasilan lima siswa MA Al Fatah Banjarnegara yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Keberhasilan mereka menjadi bukti nyata dedikasi, kesabaran, dan perjuangan panjang dalam menghafal kitab suci Al Qur’an.
Acara ini dihadiri oleh para kyai, ustaz, wali santri, serta tokoh masyarakat yang turut memberikan doa dan apresiasi kepada para penghafal Al-Qur’an. Dalam kesempatan ini, kelima hafiz menerima penghargaan dan ijazah tahfidz sebagai bentuk apresiasi atas usaha, kerja keras, ketekunan dan pencapaian mereka dalam menghafal kitab suci Al-Qur’an.
Kelima siswa yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an tersebut adalah:
- M. Fatah Alfa Rizqi (Kels X2)
- Nathania Aisya Nareswari (Kelas X1)
- Kurnia Chayatil Husna (Kelas XI Keagamaan 1)
- Nakeisha Rahma Dany (Kelas XI Keagamaan 1)
- Andhita Maulina (XII IPA)
Mereka telah melewati perjalanan panjang dalam menghafal Al-Qur’an, diiringi dengan bimbingan para ustaz serta dukungan penuh dari keluarga dan lingkungan pesantren.
Salah satu hafiz, M. Fatah, mengungkapkan rasa syukurnya setelah menyelesaikan hafalan 30 juz. “Ini adalah perjalanan yang penuh tantangan, tapi dengan niat yang kuat, bimbingan para guru, serta doa orang tua, akhirnya saya bisa menyelesaikan hafalan ini. Semoga saya bisa terus menjaga hafalan ini dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Andhita Maulina, merasa terharu dan bersyukur atas pencapaiannya. “Menghafal Al-Qur’an bukan sekadar mengingat ayat-ayatnya, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Saya berterima kasih kepada keluarga, ustaz, dan teman-teman yang selalu mendukung,” ungkapnya.
Fitri Muhlisoh, Kepala Madrasah MA Al Fatah Banjarnegara menyampaikan rasa bangga dan harapan besar bagi para penghafal. “Keberhasilan mereka dalam menghafal 30 juz bukan hanya sebuah kebanggaan bagi pesantren, tetapi juga bagi umat Islam. Harapan kami, mereka bisa menjadi generasi Qur’ani yang bukan hanya hafal, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan,” tuturnya.
Para wali santri yang hadir turut terharu dan bangga atas pencapaian putra-putri mereka. Salah satu wali santri, Umi Zuhriyah, mengatakan bahwa ia sangat bersyukur anaknya bisa menjadi bagian dari para hafiz. “Perjuangan ini tidak mudah, tapi dengan kesabaran dan doa, akhirnya bisa tercapai. Semoga anak-anak kami bisa terus menjaga hafalan ini dan menjadi cahaya bagi keluarga serta masyarakat,” katanya.
Haflah Akhirussanah ini juga dimeriahkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, mauizah hasanah dari para ulama, serta doa bersama untuk keberkahan para santri. Keberhasilan lima siswa MA Al Fatah Banjarnegara dalam menyelesaikan hafalan 30 juz ini menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya. Dengan tekad, kesabaran, dan bimbingan yang tepat, menghafal Al-Qur’an bukanlah hal yang mustahil. Semoga prestasi ini terus berlanjut dan semakin banyak generasi muda yang menjadi penjaga kalam Ilahi. (Dw)
