Banjarnegara (Humas) – Nurwachidin Supriyatno, Ketua Tim Keamanan Pangan Sekolah (TKPS) senior MTs Negeri 1 Banjarnegara, tampil percaya diri dalam Lomba Video Kreatif yang diselenggarakan oleh PGRI Cabang Banjarnegara. Dengan mengangkat tema “Sehat dari Pilihan Kita”, Nurwachidin menekankan pentingnya edukasi jajan sehat di lingkungan sekolah agar generasi muda tumbuh sehat, kuat, dan cerdas.
Video berdurasi tiga menit yang dibawakannya menampilkan pesan mendalam tentang bagaimana jajanan di sekolah harus memenuhi standar keamanan pangan. Dalam video tersebut, Nurwachidin menggambarkan anak-anak ibarat tanaman yang hanya akan tumbuh subur jika diberikan asupan yang sehat. Ia menekankan bahwa di luar sana masih banyak jajanan yang mengandung zat berbahaya seperti formalin dan boraks, sehingga perlu ada pengawasan ketat.
“Melalui karya ini, saya ingin menunjukkan bahwa tugas kita bukan hanya menjaga diri, tetapi juga mengajak adik-adik kita untuk memilih makanan yang aman,” ungkap Nurwachidin seusai penayangan videonya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan kader TKPS junior menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan gerakan jajan sehat di MTsN 1 Banjarnegara.
“Kami selalu menekankan konsep cek KLIK cek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa. Itu harus tertanam dalam kebiasaan siswa,” tegasnya.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas dan dedikasi Nurwachidin. Menurutnya, karya yang dihasilkan bukan sekadar untuk lomba, tetapi juga menjadi media edukasi nyata bagi warga sekolah.
“Saya sangat bangga dengan apa yang ditampilkan Pak Nurwachidin. Video ini tidak hanya bernilai artistik, tetapi juga membawa pesan moral dan kesehatan yang sangat relevan. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Banjarnegara,” ujarnya.
Ketua PGRI Ranting Madtsansa, Linara, juga memberikan dukungan penuh. Ia melihat karya tersebut sebagai bentuk nyata pengabdian guru dalam mengedukasi generasi.
“PGRI selalu mendorong guru-guru untuk terus berinovasi. Apa yang dilakukan Pak Nurwachidin adalah bukti bahwa guru bukan hanya mengajar di kelas, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai kehidupan melalui karya kreatif. Kami berharap prestasi ini akan membawa nama baik madrasah sekaligus PGRI di tingkat kabupaten,” tutur Linara.
Sementara itu, Gaida Gading, salah satu anggota TKPS junior yang turut tampil dalam video, mengaku termotivasi dari pengalaman mendampingi seniornya. Ia merasa pembinaan yang diberikan sangat bermanfaat bagi dirinya dan teman-teman sebayanya.
“Saya senang bisa ikut serta dalam kegiatan ini. Kak Nurwachidin selalu mengajarkan kami untuk berani mengingatkan teman, bahkan pedagang, agar selalu memperhatikan keamanan jajanan. Jadi kami tidak hanya belajar teori, tapi juga praktik langsung di lapangan,” kata Gaida.
Video “Majas Berlian” memang merepresentasikan kerja nyata TKPS MTsN 1 Banjarnegara. Dalam tayangan itu diperlihatkan kegiatan monitoring jajanan oleh kader junior, pembinaan dari senior ke junior, hingga keberhasilan sekolah meraih penghargaan di tingkat provinsi. Semua rangkaian itu membuktikan bahwa gerakan keamanan pangan di madrasah bukan sekadar program, melainkan budaya yang terus dipertahankan.
Melalui lomba ini, Nurwachidin berharap pesan yang disampaikan bisa menjangkau lebih luas.
“Sehat itu pilihan, dan pilihan itu ada di tangan kita. Jika sejak sekolah anak-anak dibiasakan memilih makanan yang aman, Insyaallah mereka akan tumbuh menjadi generasi yang kuat dan berkualitas,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan seluruh warga sekolah, karya Nurwachidin diharapkan tidak hanya menjadi ajang prestasi, tetapi juga tonggak perubahan perilaku sehat di lingkungan pendidikan. (Lin/La)
