Lapas Kelas IIB Banjarnegara dan Kemenag Gelar Penyuluhan Keagamaan Sambut Ramadhan

Banjarnegara (Humas) – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Banjarnegara bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara menggelar rangkaian penyuluhan keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam rangka menyambut dan mengisi keberkahan bulan suci Ramadhan 1447 H. (24/2/2026)

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid At-Taubah Lapas Banjarnegara tersebut bertujuan memperkuat pembinaan mental dan spiritual warga binaan selama menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Kelas IIB Banjarnegara menyampaikan bahwa momentum Ramadhan merupakan saat yang tepat untuk mengakselerasi pembinaan kepribadian. Pada kegiatan ini, Lapas menghadirkan penyuluh agama dari Kantor Urusan Agama (KUA) Banjarnegara.

Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Banjarnegara, Nasirin, menegaskan bahwa Ramadhan harus dimaknai sebagai ruang perbaikan diri.

“Kami ingin menjadikan Ramadhan di dalam Lapas bukan sebagai beban, melainkan kesempatan bagi warga binaan untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri secara mendalam,” ujarnya.

Rangkaian Kegiatan Selama Ramadhan

Selain penyuluhan intensif, Lapas Banjarnegara menyiapkan sejumlah agenda pembinaan selama bulan puasa, antara lain:

  • Tadarus Al-Qur’an yang dilaksanakan setiap pagi dan setelah salat Tarawih;
  • Kajian fikih puasa guna memberikan pemahaman tata cara ibadah yang benar;
  • Lomba keagamaan untuk memotivasi warga binaan dalam menghafal surat-surat pendek dan mengumandangkan azan.

Salah satu warga binaan berinisial A mengaku merasa lebih tenang dengan adanya kegiatan tersebut dan berharap dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk meskipun berada di dalam Lapas.

Pihak Lapas memastikan bahwa selama bulan Ramadhan, pemenuhan hak beribadah serta pemberian asupan nutrisi tambahan untuk sahur dan berbuka puasa menjadi prioritas guna menjaga kesehatan warga binaan.

Kegiatan ini disambut antusias oleh warga binaan. Program yang rutin dilaksanakan setiap tahun melalui sinergi antara Kementerian Agama dan Lapas Banjarnegara tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan warga binaan serta mendukung proses perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.