Banjarnegara – Dalam rangka menyemarakkan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, guru MI Al Fatah Parakancanggah Banjarnegara (MIFABARA), Nani, menghadirkan kegiatan literasi bertema Idul Fitri yang sarat makna dan nilai kehidupan. Melalui tulisan dan penyampaiannya, Nani mengajak siswa untuk memahami lebaran tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai momentum refleksi diri.(22/3)
Dalam literasi tersebut, Nani mengangkat filosofi berbagai hidangan khas yang selalu hadir saat Idul Fitri, seperti ketupat, opor, dan kue-kue lebaran. Menurutnya, setiap hidangan memiliki makna simbolis yang dapat menjadi pembelajaran bagi kehidupan.
“Ketupat misalnya, melambangkan kesucian hati setelah sebulan penuh berpuasa. Anyaman yang rumit menggambarkan kesalahan manusia, sementara isinya yang putih bersih menjadi simbol hati yang kembali suci setelah saling memaafkan,” jelas Nani.
Ia juga menambahkan bahwa hidangan yang tersaji di meja bukan sekadar untuk dinikmati, tetapi menjadi pengingat akan pentingnya berbagi dan kebersamaan. Momen berkumpul bersama keluarga saat menikmati hidangan lebaran menjadi wujud nyata dari nilai silaturahmi yang harus terus dijaga.
Kepala madrasah MIFABARA mengapresiasi kegiatan literasi tersebut sebagai bagian dari pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
“Melalui pendekatan seperti ini, siswa tidak hanya memahami tradisi, tetapi juga mampu mengambil nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Ini adalah bentuk pembelajaran karakter yang sangat baik,” ungkapnya.
Salah satu siswa mengaku mendapatkan pemahaman baru dari kegiatan tersebut.
“Ternyata makanan saat lebaran punya arti. Jadi bukan hanya makan bersama, tapi juga belajar tentang kebersamaan dan saling memaafkan,” tuturnya.
Nani menegaskan bahwa inti dari Idul Fitri bukan terletak pada kemeriahan atau banyaknya hidangan, melainkan pada keikhlasan hati untuk saling memaafkan serta mempererat hubungan dengan sesama.
“Lebaran adalah tentang hati yang kembali bersih, tentang tangan yang saling berjabat, dan tentang kebersamaan yang menghangatkan,” pesannya.
Melalui kegiatan literasi ini, MIFABARA kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan makna kehidupan.(nas)
