Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara menggelar upacara peringatan Hari Pramuka ke-64 dengan penuh khidmat pada Kamis (14/8/25) di Lapangan Indoor madrasah. Mengusung tema nasional “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”, kegiatan ini menjadi momen penting untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, disiplin, dan jiwa patriotisme kepada seluruh warga madrasah.
Upacara dipimpin langsung oleh Kamabigus Gugus Depan 06-219 dan 06-220, H. Yatiman, yang dalam amanatnya menegaskan bahwa Pramuka bukan hanya sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi sebuah wadah pembinaan karakter.
“Tema tahun ini mengingatkan kita semua bahwa ketahanan bangsa tidak dapat dibangun secara individu. Diperlukan kolaborasi, kerja sama, dan solidaritas dari setiap lapisan masyarakat. Melalui gerakan Pramuka, kita belajar arti disiplin, kepedulian, dan kebersamaan,” ujar H. Yatiman.
Beliau juga mengapresiasi dedikasi para pembina Pramuka di MTs Negeri 1 Banjarnegara yang telah bekerja keras membimbing peserta didik.
“Saya bangga kepada para pembina yang dengan sabar mendidik adik-adik Pramuka. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi bekal bagi mereka untuk menjadi generasi tangguh, siap menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.
Upacara berjalan tertib dan lancar dengan susunan petugas yang terlatih. Muhammad Abiza Al Mahzumy, siswa kelas 9J, mendapat kepercayaan sebagai pengibar bendera. Dengan gerakan yang mantap dan penuh konsentrasi, Abiza berhasil mengibarkan Sang Merah Putih dengan sempurna.
“Awalnya saya agak gugup, tapi begitu bendera mulai naik, saya merasa bangga bisa menjalankan tugas ini. Ini pengalaman yang tidak akan saya lupakan,” ungkap Abiza.
Sementara itu, Rufaida Salma dari kelas 8A yang bertugas sebagai ajudan pembina upacara, mengaku bangga bisa terlibat langsung dalam peringatan ini.
“Menjadi ajudan membuat saya belajar banyak hal, mulai dari disiplin waktu, etika upacara, hingga tanggung jawab. Saya senang bisa ikut menyukseskan Hari Pramuka di madrasah,” tutur Rufaida.
Ikhsanudin, salah satu pembina Gudep, menilai kegiatan ini sebagai sarana efektif menanamkan jiwa kepemimpinan pada siswa.
“Upacara seperti ini melatih anak-anak untuk memimpin dan dipimpin, bekerja dalam tim, serta berani mengambil keputusan. Nilai-nilai ini sangat penting, apalagi di era sekarang yang penuh tantangan,” jelas Ikhsanudin.
Senada dengan itu, Yuliana Rahmanti, pembina Gudep lainnya, mengungkapkan bahwa Hari Pramuka adalah momentum menguatkan rasa kebersamaan.
“Kami ingin menanamkan pada anak-anak bahwa mereka adalah bagian dari bangsa ini. Dengan kolaborasi, kita bisa saling menguatkan. Kegiatan Pramuka di madrasah menjadi media yang tepat untuk membangun solidaritas tersebut,” kata Yuliana.
Seluruh GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) serta siswa-siswi MTs Negeri 1 Banjarnegara mengikuti upacara dengan antusias. Seragam Pramuka lengkap dan derap langkah tegap para peserta menambah kekhidmatan suasana. Paduan suara yang kompak, barisan rapi, serta komando lantang dari pemimpin upacara membuat prosesi berlangsung sesuai tata upacara yang berlaku.
Selain menjadi ajang peringatan, upacara ini juga menjadi bentuk nyata komitmen madrasah dalam membina generasi muda berkarakter. Pembina berharap agar nilai-nilai Pramuka dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Acara ditutup dengan doa bersama, diikuti tepuk Pramuka yang menggema memenuhi lapangan indoor. Sorot mata penuh semangat dari para siswa mencerminkan bahwa peringatan Hari Pramuka bukan hanya seremoni, tetapi momentum untuk terus menghidupkan semangat gotong royong dan tanggung jawab.
Dengan peringatan Hari Pramuka ke-64 ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menegaskan diri sebagai madrasah yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pembinaan karakter dan keterampilan hidup bagi peserta didiknya. (Fy/La)
