Harmoni Suara Pramuka, Dua Guru MTs Negeri 1 Banjarnegara Ikut Sukseskan Peringatan Hari Pramuka ke-64 di Wanayasa

Banjarnegara (Humas) – Lapangan Kecamatan Wanayasa, Kamis (14/8), menjadi lautan cokelat khas seragam Pramuka ketika ribuan anggota Pramuka dari berbagai kwartir ranting berkumpul untuk memperingati Hari Pramuka ke-64 tingkat Kwartir Cabang Banjarnegara. Di antara deretan peserta upacara yang penuh semangat, dua guru MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Yuniyati dan H. Surya Widhi Prakosa, tampil istimewa sebagai bagian dari tim paduan suara resmi acara.

Bergabungnya keduanya bukan tanpa persiapan. Berdasarkan surat resmi Kwartir Ranting Banjarnegara Nomor 049/110406-B, mereka terlibat dalam rangkaian kegiatan sejak gladi bersih pada Rabu (13/8) di Rumah Dinas Wakil Bupati Banjarnegara, dilanjutkan dengan penampilan utama pada upacara pagi ini. Paduan suara yang mereka perkuat membawakan lagu kebangsaan dan lagu-lagu Pramuka dengan penuh penghayatan, menciptakan suasana khidmat sekaligus membangkitkan semangat persaudaraan.

Pelatih vokal sekaligus guru seni musik MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Amri Inayati, mengungkapkan kebanggaannya terhadap dua rekan seprofesinya itu.

“Bu Yuniyati dan Pak Surya menunjukkan dedikasi luar biasa. Mereka tidak hanya memiliki suara yang indah, tetapi juga disiplin tinggi dalam latihan. Kolaborasi dengan guru-guru dari berbagai sekolah membuat harmoni paduan suara ini semakin kaya,” ujar Amri.

Hj. Yuniyati, yang kesehariannya mengajar mata pelajaran matematika, mengaku merasa terhormat bisa ikut berkontribusi pada acara sebesar ini.

“Menjadi bagian dari tim paduan suara Hari Pramuka ke-64 adalah pengalaman yang tak terlupakan. Bernyanyi di hadapan ratusan anggota Pramuka dan tamu undangan memberikan energi positif yang luar biasa,” tuturnya sambil tersenyum.

Senada dengan Yuniyati, H. Surya Widhi Prakosa juga menyampaikan rasa bangganya.

“Ini bukan hanya soal bernyanyi, tapi juga soal kebersamaan. Paduan suara menjadi simbol persatuan antar pangkalan. Kami semua datang dengan latar belakang berbeda, tapi di atas panggung, kami satu suara,” ungkapnya.

Kehadiran pengawas MTs dan MA Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Nur Farida, yang juga tercatat sebagai anggota paduan suara, menambah nuansa hangat dalam kebersamaan ini.

“Saya melihat semangat luar biasa dari semua anggota padus, termasuk guru-guru MTs Negeri 1 Banjarnegara. Ini adalah contoh nyata bahwa dedikasi dalam dunia pendidikan bisa berpadu indah dengan semangat kepramukaan,” puji Nur Farida.

Upacara Hari Pramuka ke-64 ini mengusung tema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”, yang tercermin tidak hanya dalam sambutan-sambutan resmi, tetapi juga dalam harmoni paduan suara yang mengalun di udara Wanayasa yang sejuk. Setiap nada yang dilantunkan menjadi penguat semangat untuk terus mengabdi, mendidik, dan menginspirasi generasi muda.

Dalam sambutannya, pembina upacara menekankan pentingnya sinergi semua elemen bangsa untuk memperkuat karakter generasi muda.

“Hari Pramuka bukan hanya perayaan seremonial, tetapi momentum untuk mengingatkan kita bahwa membentuk generasi tangguh membutuhkan kolaborasi semua pihak guru, pembina, orang tua, dan seluruh anggota masyarakat,” tegas Indarto, Sekretaris daerah kabupaten Banjarnegara.

Selain penampilan paduan suara, acara ini juga diisi dengan parade barisan dari berbagai gugus depan, pengibaran bendera Merah Putih yang khidmat, serta penyematan tanda penghargaan kepada anggota Pramuka berprestasi. Suasana penuh warna ini diiringi langit mendung yang justru menambah kesyahduan momen.

Partisipasi Hj. Yuniyati dan H. Surya Widhi Prakosa dalam paduan suara membuktikan bahwa guru tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga memberi teladan nyata di luar ruang belajar. Dengan suara mereka, mereka mengirimkan pesan persatuan, semangat, dan cinta tanah air kepada seluruh peserta upacara.

Hari itu, harmoni tidak hanya terdengar dari lantunan lagu, tetapi juga terlihat dari wajah-wajah ceria, tawa hangat, dan langkah tegap semua yang hadir. Peringatan Hari Pramuka ke-64 di Wanayasa pun menjadi bukti bahwa ketika pendidikan dan kepramukaan berjalan seiring, hasilnya adalah generasi yang tangguh, kreatif, dan penuh semangat pengabdian. (Lin/La)