Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka memperkuat kerukunan dan harmoni lintas keyakinan, KUA Kecamatan Mandiraja menyambangi tokoh penghayat kepercayaan, Sujari (82), di Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, pada Jumat (30/1/2026). Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan kegiatan “Bersih Rumah Ibadah”, program Kementerian Agama yang mendorong kolaborasi lintas iman dan kepercayaan.
Silaturahmi tersebut menjadi ruang dialog dan koordinasi awal untuk membangun kebersamaan dalam menjaga kebersihan dan kesucian rumah ibadah. KUA Mandiraja menegaskan komitmennya untuk melibatkan seluruh unsur masyarakat, termasuk penghayat kepercayaan, sebagai mitra sejajar dalam merawat nilai-nilai kebersamaan dan toleransi.
Penyuluh Agama Islam Mandiraja, Hendriyanto, menyampaikan bahwa program Bersih Rumah Ibadah bukan hanya kegiatan fisik, tetapi juga sarana memperkuat moderasi beragama melalui aksi nyata di tengah masyarakat.
“Merawat rumah ibadah berarti merawat harmoni. Melalui program ini, kami ingin membangun kebersamaan lintas keyakinan, saling menghormati, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap ruang spiritual bersama,” ujar Hendriyanto.
Sementara itu, Sujari, tokoh penghayat kepercayaan sekaligus sesepuh masyarakat Desa Somawangi, menyambut baik kunjungan dan rencana kegiatan tersebut.
“Saya merasa senang dan dihargai. Bersih rumah ibadah ini adalah kebaikan bersama. Kalau kita rukun dan saling menghormati, hidup di masyarakat pasti akan damai,” tutur Sujari.
Melalui kegiatan ini, KUA Mandiraja berharap program “Bersih Rumah Ibadah” dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan lintas keyakinan, memperkokoh kerukunan, serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat sesuai semangat KUA Berdampak.
