Nani Ikuti Lomba Puisi Esai sebagai Upaya Pengembangan Literasi Guru di MIFABARA

Banajnegara – Sebagai bentuk komitmen dalam mengembangkan budaya literasi, salah satu guru MIFABARA, Nani, mengikuti Lomba Menulis Puisi Esai yang diselenggarakan oleh Komunitas Puisi Esai Indonesia dan didukung oleh Denny JA Foundation. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari pengembangan literasi guru sekaligus wujud kepedulian terhadap isu kebangsaan dan lingkungan.(25/1)

Lomba puisi esai tersebut mengangkat tema “Kembali Mencintai Bumi Setelah Sumatera Menangis”, tema yang sarat makna dan mengajak penulis untuk merefleksikan peristiwa kemanusiaan serta kerusakan alam melalui karya sastra yang berpijak pada realitas. Tema ini dinilai sejalan dengan peran pendidik dalam menanamkan nilai empati, kepedulian sosial, dan cinta lingkungan kepada peserta didik.

Melalui lomba ini, Nani menyalurkan gagasan dan kepekaan rasa dalam bentuk puisi esai. Genre ini tidak hanya menuntut keindahan bahasa, tetapi juga ketajaman berpikir, kejujuran batin, serta kepedulian terhadap kondisi bangsa dan alam. Bagi Nani, menulis puisi esai menjadi ruang refleksi sekaligus media menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan.

Nani menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam lomba ini memiliki makna yang mendalam.

“Bagi saya, menulis puisi esai bukan hanya bagian dari pengembangan literasi, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian terhadap bangsa dan alam. Melalui tulisan, saya ingin menyampaikan kegelisahan sekaligus harapan agar kita lebih mencintai bumi dan belajar dari peristiwa yang terjadi,” ungkap Nani.

Karya puisi Nani telah diunggah di media sosial instagramnya sesuai juknis dari penyelenggara. Dalam puisi karya Nani ini mengangkat judul “ Air yang Mengingat Luka”.

Pihak madrasah MIFABARA memberikan apresiasi atas langkah Nani yang aktif mengikuti kegiatan literasi di tingkat nasional. Guru yang terlibat dalam kegiatan kepenulisan dinilai mampu memperkaya wawasan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menjadi teladan bagi siswa dalam mencintai dunia literasi.

Kepala Madrasah MIFABARA menyampaikan bahwa keterlibatan guru dalam lomba literasi merupakan bentuk pembelajaran sepanjang hayat. Guru tidak hanya mengajarkan membaca dan menulis, tetapi juga menunjukkan praktik nyata sebagai insan pembelajar dan pencipta karya.

Melalui keikutsertaan Nani dalam lomba puisi essai ini, MIFABARA terus berkomitmen menumbuhkan budaya literasi yang kuat, reflektif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peduli bangsa dan lingkungan.(nas)