Pengambilan Foto Siswa Kelas 7 MTs Negeri 1 Banjarnegara, Kolaborasi Biro Kesiswaan dan Humas untuk Pembuatan Kartu Pelajar

Banjarnegara (Humas) – Suasana serambi Masjid Darul Ulum MTs Negeri 1 Banjarnegara pada Senin (11/8) pagi tampak lebih ramai dari biasanya. Ratusan siswa kelas 7 dengan rapi mengenakan seragam OSIS lengkap dengan dasi, berbaris menunggu giliran untuk difoto dalam rangka pembuatan kartu pelajar. Kegiatan ini dilaksanakan oleh biro kesiswaan yang berkolaborasi dengan biro Humas madrasah, dengan sesi foto dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan berlangsung secara berurutan dari kelas 7A hingga 7J.

Wakil Kepala Urusan Kesiswaan MTs Negeri 1 Banjarnegara, Ikhsanudin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin awal tahun pelajaran yang memiliki peran penting dalam administrasi sekolah.

“Kartu pelajar bukan hanya sekadar tanda identitas, tetapi juga menjadi bukti resmi bahwa siswa terdaftar di madrasah ini. Selain itu, kartu pelajar memudahkan siswa dalam berbagai keperluan seperti lomba, kunjungan, atau kegiatan di luar sekolah. Karena itu, kami memastikan proses pengambilan foto dilakukan dengan tertib dan hasil yang optimal,” jelasnya.

Proses pengambilan foto dikoordinasikan dengan rapi. Biro kesiswaan menugaskan salah satu stafnya, Ridho Ramadhan, sebagai fotografer utama. Dengan kamera profesional di tangan, Ridho memastikan setiap siswa mendapatkan hasil foto yang jelas dan representatif.

“Saya berusaha membuat suasana pemotretan tidak tegang. Anak-anak saya arahkan untuk tersenyum tipis, menjaga penampilan seragam tetap rapi, dan memastikan pencahayaan pas. Targetnya, foto-foto ini nantinya terlihat formal namun tetap segar saat dicetak di kartu pelajar,” ungkap Ridho.

Biro Humas turut berperan penting dalam kelancaran acara ini. Prawit Widi Susanti, selaku pelaksana Humas, bertugas mengatur alur giliran kelas dan mencatat data siswa untuk memastikan tidak ada yang terlewat.

“Kolaborasi antar-biro ini membuat pekerjaan lebih ringan. Kami di Humas membantu mencocokkan nama, nomor induk, dan kelas dengan foto yang diambil, sehingga meminimalkan kesalahan saat proses pencetakan kartu nanti. Alhamdulillah, semua berjalan sesuai jadwal,” kata Prawit.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen formalitas administrasi, tetapi juga memberikan pengalaman menarik bagi siswa baru. Salah satunya adalah A.R. Senja, siswa kelas 7B, yang mengaku sempat gugup saat akan difoto.

“Awalnya agak deg-degan, takut senyum saya kelihatan aneh. Tapi ternyata kakak fotografernya ramah dan mengarahkan dengan baik, jadi hasilnya semoga bagus. Senang juga karena ini foto pertama saya untuk kartu pelajar di Madtsansa,” ujarnya sambil tersenyum.

Pengambilan foto berlangsung tertib. Setiap kelas diarahkan menuju area serambi masjid sesuai jadwal yang telah disusun sebelumnya, sehingga tidak menimbulkan antrean panjang. Guru-guru pendamping kelas turut mengawasi agar siswa menjaga kerapian seragam dan kelengkapan atribut seperti dasi dan pin OSIS.

Ikhsanudin menambahkan bahwa kerja sama yang baik antar-biro menjadi kunci sukses kegiatan ini. Ia mengapresiasi profesionalitas tim yang terlibat, baik dari kesiswaan maupun humas, serta kedisiplinan siswa yang mengikuti instruksi dengan baik.

“Kegiatan ini terlihat sederhana, namun jika tidak diatur dengan baik bisa memakan waktu lama dan menimbulkan kerumunan. Alhamdulillah, koordinasi yang solid membuat semua berjalan lancar. Semoga hasilnya nanti sesuai harapan,” ujarnya.

Ridho Ramadhan juga mengungkapkan rasa puasnya melihat anak-anak antusias dan kooperatif. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya soal foto, tetapi juga membangun kedekatan antara siswa baru dengan staf madrasah.

“Senyum dan sapaan kecil saat memotret itu penting, supaya anak-anak merasa nyaman. Saya senang melihat mereka bisa enjoy, meskipun acaranya formal,” ujarnya.

Menjelang siang, pengambilan foto seluruh siswa kelas 7 selesai tepat waktu. Data dan hasil foto langsung diarsipkan untuk tahap berikutnya, yaitu proses desain dan pencetakan kartu pelajar. Prawit memastikan semua data sudah sinkron sebelum diserahkan ke percetakan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa administrasi sekolah yang rapi membutuhkan kerja sama lintas bagian. Dengan adanya kartu pelajar yang resmi, siswa tidak hanya memiliki identitas formal, tetapi juga rasa bangga sebagai bagian dari MTs Negeri 1 Banjarnegara. (Fy/La)

Skip to content