Banjarnegara, Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kabupaten Banjarnegara berlangsung meriah pada 29–30 September 2026. Kegiatan yang diikuti oleh murid – murid MI se-Kabupaten Banjarnegara tersebut menjadi momentum untuk menggali potensi, mengembangkan bakat, sekaligus mempererat silaturahmi antar-madrasah.
PORSENI MI 2026 yang diselenggarakan oleh KKMI Kabupaten Banjarnegara setiap tahun sekali ini mempertandingkan berbagai cabang olahraga, yaitu atletik, catur, tenis meja, bulu tangkis, dan bola voli. Sementara bidang seni meliputi pidato Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, rebana, kaligrafi, tahfizh, tilawah, serta geguritan.
Adapun tempat PORSENI terbagi dalam beberapa tempat, Voli sekaligus sebagai Tempat Pembukaan di Surya Yudha Sport Centre yang dihadiri oleh segenap Keluarga Kementerian Agama yaitu Plt Kepala Kementerian Agama, Kasi Dikma beserta staff, KKRA, KKMTs, KKMA, FKMTs serta Para Pengawas MI Kabupaten Banjarnegara. Sementara tempat Olahraga Bulutangkis dan Tenis Meja di GOR Jaskon, Atletik ada di Stadion dan Catur berada di Kementerian Haji dan Umroh. Untuk Bidang Seni bertempat di MI Maarif Al Falah Joyokusumo dengan 9 bidang Seni, dan Rebana di Aula Kemang serta Kaligrafi di Aula Kemenhaj dan Masjid Al Ikhlas. Pusat Kota Banjarnegara terlihat sangat meriah.
Antusiasme peserta dan para pendamping terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Para siswa tampil penuh semangat dan sportif, baik dalam arena pertandingan olahraga maupun dalam berbagai perlombaan seni dan keagamaan.
Kasi Pendidikan Madrasah (Dikma) Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Subhan, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan PORSENI MI Kabupaten Banjarnegara.
Menurutnya, kegiatan seperti PORSENI sangat penting sebagai ruang bagi siswa madrasah untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga olahraga, seni, dan keagamaan.
“PORSENI menjadi ruang bagi anak-anak madrasah untuk menunjukkan bakat dan potensinya. Yang terpenting bukan hanya persoalan menang atau kalah, tetapi bagaimana anak-anak belajar berkompetisi secara sportif, percaya diri, disiplin, dan mampu menghargai prestasi orang lain,” ungkap Subhan.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak potensi siswa madrasah yang dapat ditemukan dan dibina sejak dini.
Sementara itu, Ketua PORSENI sekaligus Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Banjarnegara, Suharno, menyampaikan bahwa penyelenggaraan PORSENI merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi KKMI dalam mendukung kemajuan madrasah.
“PORSENI ini bukan sekadar kegiatan perlombaan. Ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk memberikan ruang kepada anak-anak MI agar bisa berkembang, berprestasi, dan menunjukkan bakatnya. Ini juga menjadi bukti bahwa KKMI ada, bergerak, dan memberikan manfaat nyata bagi madrasah,” ujar Suharno.
Menurut Suharno, keberadaan KKMI diharapkan mampu menjadi wadah koordinasi dan kolaborasi bagi madrasah dalam berbagai program yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta pengembangan potensi peserta didik.
“Ketika madrasah bisa berkumpul, berkolaborasi, dan menghasilkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi siswa, guru, dan lembaga, di situlah KKMI benar-benar dirasakan keberadaannya,” tambahnya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi peserta, dalam rangkaian kegiatan juga dilaksanakan penerimaan piala dan uang pembinaan sertifikat kejuaraan. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan dan capaian para siswa yang telah mengikuti seluruh rangkaian kompetisi.
Kegiatan PORSENI MI Kabupaten Banjarnegara diharapkan dapat menjadi agenda yang terus berkelanjutan dan semakin berkualitas. Lebih dari sekadar kompetisi, PORSENI menjadi ruang pembentukan karakter, pengembangan bakat, serta penguatan kebersamaan keluarga besar madrasah.
Dari madrasah, lahir generasi berprestasi. Dari kebersamaan, lahir kemajuan. Dan melalui KKMI, madrasah terus bergerak, hadir, dan memberikan manfaat. (WK)
