Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan Beri Bimbingan Mental dan Spiritual bagi KPM PKH Desa Kayuares

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, M. Syaiful Abidin, menggelar kegiatan bimbingan dan penyuluhan bagi kelompok Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Kayuares, Pagentan, pada Jumat (3/10/2026). Kegiatan ini bertempat di kediaman salah satu anggota PKH, Tutur, yang berlokasi di RT 02 RW 03 Desa Kayuares.

Sebanyak 32 orang anggota Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hadir dengan penuh antusias untuk mengikuti jalannya acara. Turut mendampingi dalam pertemuan berkala tersebut, pendamping PKH Desa Kayuares, Niken Saraswati. Pertemuan ini mengusung tema “Bantuan Sebagai Jalan Bangkit, Bukan Tempat Bersandar” yang bertujuan memberikan motivasi moral serta pemahaman spiritual agar para penerima manfaat memiliki etos kerja dan kemandirian yang lebih kuat.

Dalam pencerahannya, M. Syaiful Abidin menekankan pentingnya memaknai bantuan pemerintah secara tepat. Menurutnya, bantuan sosial yang diterima hendaknya dijadikan sebagai sarana penguat ekonomi sementara untuk melangkah menuju kehidupan yang lebih sejahtera secara mandiri.

“Bantuan pemerintah harus dipandang sebagai daya dorong agar kita mampu berdiri di atas kaki sendiri. Menjadikannya sebagai tempat bersandar hanya akan mematikan ikhtiar dan potensi diri. Islam mengajar kesungguhan dalam berusaha, karena tangan di atas jauh lebih mulia daripada tangan di bawah,” tutur Syaiful di hadapan para peserta.

Sementara itu, pendamping PKH Desa Kayuares, Niken Saraswati, menyambut positif inisiatif penyuluhan keagamaan yang terintegrasi dengan pertemuan rutin PKH ini. Ia menilai pembekalan spiritual sangat dibutuhkan untuk memperkuat mentalitas warga penerima manfaat.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Penyuluh Agama Islam dari KUA Pagentan. Sentuhan nilai-nilai agama seperti ini sangat efektif membangun optimisme warga KPM. Bimbingan ini menjadi pengingat bagi KPM PKH agar terus berjuang graduasi secara mandiri dan tidak selamanya bergantung pada program bantuan,” ungkap Niken Saraswati.

Melalui sinergi antara penyuluh agama dan pendamping PKH ini, diharapkan masyarakat KPM di Desa Kayuares semakin termotivasi untuk terus berusaha meningkatkan taraf hidup keluarga, baik secara ekonomi maupun spiritual. 

(msa/azd)