Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Mandiraja, Dian Setiadi dan Hendriyanto, melaksanakan bimbingan rohani bagi pasien rawat inap di Puskesmas Mandiraja 2, Jumat (25/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penyuluhan keagamaan yang diberikan kepada pasien untuk membantu memenuhi kebutuhan pembinaan spiritual selama menjalani perawatan.
Dalam kegiatan tersebut, Dian Setiadi dan Hendriyanto menyampaikan materi “Sabar, Ikhtiar, dan Doa dalam Menghadapi Ujian”. Materi diarahkan untuk memberikan penguatan pemahaman keagamaan kepada pasien agar tetap memiliki semangat, ketenangan, dan sikap positif selama menjalani proses pengobatan.
Dian menjelaskan bahwa kondisi sakit dapat menjadi momentum bagi seseorang untuk meningkatkan kesadaran spiritual. Pasien tetap dianjurkan menjalankan kewajiban agama sesuai kemampuan dan kondisi yang sedang dihadapi.
“Sakit merupakan kondisi yang membutuhkan ikhtiar lahir dan batin. Pasien dapat mengikuti arahan tenaga kesehatan sekaligus tetap mendekatkan diri kepada Allah melalui doa, zikir, dan ibadah sesuai kemampuan,” jelasnya.
Selain memberikan penguatan spiritual, penyuluh juga mengingatkan pentingnya menjaga ketenangan hati selama menjalani perawatan. Sikap sabar tidak berarti berhenti berusaha, tetapi tetap berikhtiar dengan sungguh-sungguh sembari menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Hendriyanto menyampaikan bahwa doa dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan keteguhan hati ketika seseorang menghadapi kondisi yang tidak mudah. Dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar juga memiliki peran penting dalam memberikan semangat kepada pasien.
“Dalam menghadapi sakit, kita perlu menjaga keseimbangan antara ikhtiar, kesabaran, dan doa. Jangan kehilangan harapan, karena setiap keadaan dapat menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah,” ucapnya.
Bimbingan rohani dilaksanakan dengan pendekatan yang menyesuaikan kondisi pasien. Penyuluh memberikan pesan keagamaan secara sederhana dan komunikatif sehingga dapat diterima dengan baik tanpa mengganggu proses pelayanan kesehatan yang sedang berlangsung.
Kegiatan tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi pasien dalam memperoleh penguatan spiritual selama menjalani perawatan. Selain membantu meningkatkan pemahaman keagamaan, bimbingan rohani juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan penyuluhan agama yang menyentuh berbagai kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Melalui bimbingan tersebut, pasien diharapkan tetap memiliki semangat untuk menjalani proses pengobatan, menjaga kesabaran, memperbanyak doa, serta mengikuti ikhtiar medis sesuai arahan tenaga kesehatan. Dengan demikian, pembinaan keagamaan dapat menjadi salah satu dukungan dalam menghadapi masa perawatan secara lebih tenang dan penuh pengharapan.
(m/azd)
