Penyuluh Agama Islam Purwanegara Wujudkan Aksi Nyata KOPI SECETING dalam Penyuluhan Kelas Ibu Hamil di Desa Parakan

Banjarnegara – Upaya mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas terus digencarkan oleh KUA Kecamatan Purwanegara melalui sinergi lintas sektoral bersama Puskesmas Purwanegara 1 dan Pemerintah Desa Parakan. Salah satu bentuk aksi nyatanya adalah melalui program KOPI SECETING (Komunitas Penyuluh Agama Islam Serius Cegah Stunting) yang kali ini menyasar kelas ibu hamil di Desa Parakan.

Bertempat di Aula Balai Desa Parakan, pada Kamis, 10 Juli 2025, Retno Purnawati, Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Kecamatan Purwanegara, hadir memberikan penyuluhan keagamaan kepada para ibu hamil. Dengan mengangkat tema “Ibu adalah Madrasah Pertama: Mendidik Anak Sejak dalam Kandungan untuk Menciptakan Generasi Berkualitas”, Retno mengajak para peserta untuk memahami peran penting seorang ibu dalam membentuk karakter anak, bahkan sejak masa kehamilan.

Dalam penyampaiannya, Retno Purnawati menekankan bahwa pendidikan anak tidak dimulai saat lahir, melainkan sejak dalam kandungan. Seorang ibu memiliki tanggung jawab luar biasa, tidak hanya dalam hal menjaga kesehatan fisik janin, tetapi juga dalam menanamkan nilai-nilai spiritual dan emosional melalui perilaku sehari-hari, ibadah, doa, dan ketenangan hati.

“Seorang ibu yang rajin beribadah, menjaga tutur kata, dan banyak berdoa saat hamil, sejatinya sedang mentransfer keteladanan kepada anak dalam kandungan. Itulah mengapa Islam sangat memuliakan peran ibu, karena dari rahimnya lahir peradaban,” tutur Retno dalam sesi penyuluhan.

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para ibu hamil yang tergabung dalam kelas binaan Puskesmas Purwanegara 1. Mereka terlibat aktif dalam diskusi, sharing pengalaman, dan menunjukkan ketertarikan terhadap nilai-nilai keislaman dalam mendidik anak sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Bidan Desa Parakan, Ibu Suci Pratiwi, turut memberikan sambutan hangat dan apresiasi kepada KUA Kecamatan Purwanegara. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas konsistensi dan kepedulian penyuluh agama dalam mendampingi program kesehatan desa, khususnya kelas ibu hamil yang menjadi ujung tombak pencegahan stunting.

“Kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran KUA, khususnya Ibu Retno. Materi keagamaan yang disampaikan memberi kekuatan baru bagi para ibu untuk menjalani kehamilan dengan penuh kesadaran, sabar, dan semangat membangun keluarga yang berkualitas,” ungkap Bidan Suci Pratiwi.

Sinergi antara KUA, Puskesmas, dan Pemerintah Desa ini merupakan perwujudan pendekatan holistik dalam pencegahan stunting, yang tidak hanya fokus pada aspek gizi dan medis, tetapi juga menyentuh sisi spiritual, moral, dan psikologis para ibu hamil.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen besar KUA Kecamatan Purwanegara dalam membangun generasi unggul yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga kuat secara akhlak dan spiritualitas. Melalui aksi KOPI SECETING, penyuluh agama hadir sebagai bagian penting dalam pembangunan masyarakat, mendampingi umat dari sejak kehidupan dalam kandungan hingga membentuk keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. (rp)