Penyuluh Banjarnegara Sosialisasikan Cegah Kawin Bocah Dengan Buat Film Pendek

Banjarnegara – Bermula dari keinginan untuk tetap memberikan sosialisasi dan edukasi penyuluhan meski di masa pandemi, maka Penyuluh Agama Kabupaten Banjarnegara sepakat untuk membuat film pendek, serta meramaikan jagad medsos dengan menghadirkan film pendek. Film tersebut mulai tayang di youtube pada tanggal 17 November 2021, dengan judul “cegah kawin Bocah”

Seluruh Film dibuat oleh para penyuluh, mulai dari ide cerita, naskah, sutradara, cameramen dan editing. Bahkan pemainpun didominasi oleh penyuluh, meskipun terkadang menggunakan pemain dari luar seperti saat syuting tentang moderasi beragama.

Secara garis besar, film tentang cegah kawin bocah ini menceritakan tentang ibu-ibu arisan yang berbincang mengenai salah satu anggota arisan yang akan mantu putrinya meskipun usia belum mencukupi. Perdebatan berlangsung seru, hingga seorang penyuluh yang kebetulan merupakan suami dari ibu yang ketempatan acara memberikan pemahaman tentang baiknya menikah setelah sampai pada usia yang dibolehkan oleh pemerintah, yaitu 19 tahun

Nasirin, sebagai ketua pokjaluh memberikan dukungan penuh, dan merasa bangga dengan karya dari kelompok kerja penyuluh Banjarnegara yang dipimpinnya.

“Agar bakat yang ada terus diasah hingga kualitas film menjadi semakin baik dan layak,” imbuhnya

Keterbatasan alat tidak menjadikan penyuluh Agama Islam Banjarnegara putus asa dalam bekerja. Demi layaknya film, sang cameramen, Agus Salam harus jungkir balik menggambil videonya.

“Aku sementara jadi drone, sebelum ada drone sesunggugnya, sehingga pengambilan video baik dari atas atau bawah tetap bagus,” ucapnya.

Hendriyanto sang editor juga merelakan waktu untuk edit di malam hari, demi tayangnya film dengan kualitas yang terbaik.

Kekompakan dan dukungan dari seluruh TIM Kreator sangat diperlukan, dengan peralatan yang sederhana dan kemampuan pemula, kekompakan menjadikan hal yang semula sulit menjadi lebih ringan.

Semoga ke depan, Penyuluh Agama Islam Banjarnegara ini makin kreatif dan makin mampu untuk mewarnai jagad dunia maya dalam edukasi Agama dan Pembangunan.  (iz/ak)