Penyuluh KUA Rakit Tekankan Fungsi Masjid Lebih dari Sekadar Pembangunan Fisik

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rakit, Sodikin, memberikan penyuluhan kepada para takmir masjid mengenai penguatan fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan pemberdayaan umat. Kegiatan tersebut diikuti oleh para pengurus masjid dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Rakit.

Dalam penyampaiannya, Sodikin menyoroti kondisi masjid yang dinilai belum optimal menjalankan peran keumatannya. Ia menyebut aktivitas masjid kerap hanya ramai saat waktu salat, sehingga yang terbentuk baru sebatas jamaah sholat, bukan jamaah masjid yang aktif dan berkelanjutan.

“Yang ada sekarang ini kebanyakan hanya jamaah sholat, bukan jamaah masjid. Datang sholat, pulang, selesai. Masjid belum benar-benar hidup dengan kegiatan umat,” ujar Sodikin.

Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan masjid sering kali hanya berkutat pada urusan uang pembangunan dan kegiatan PHBI. Menurutnya, jika fokus takmir hanya pada pengumpulan dana, pembangunan fisik, dan peringatan hari besar Islam, maka fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat tidak akan berjalan maksimal.

“Masjid jangan hanya berkutat pada uang pembangunan dan PHBI. Itu penting, tapi bukan segalanya. Yang lebih penting adalah pembinaan jamaah secara terus-menerus,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sodikin juga mengulas pentingnya proses pemilihan takmir masjid yang tepat. Ia menekankan bahwa takmir seharusnya dipilih melalui musyawarah jamaah dengan mempertimbangkan integritas, amanah, dan kesiapan berkhidmat, bukan semata karena faktor kedekatan atau status sosial.

“Takmir itu dipilih karena amanah dan mau bekerja, bukan karena siapa yang paling kaya atau paling berpengaruh. Kalau takmirnya tepat, pengelolaan masjid akan hidup,” jelasnya.

Salah satu takmir masjid yang hadir, Mukharor, mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari penyuluhan tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi pengelolaan masjid saat ini.

“Kami selama ini memang lebih fokus ke pembangunan dan PHBI. Setelah penyuluhan ini, kami sadar bahwa membangun jamaah itu jauh lebih penting dan harus dimulai dari program yang rutin,” ujar Mukharor.Ia berharap, melalui pembinaan berkelanjutan dari KUA, para takmir masjid dapat semakin profesional dan amanah dalam mengelola masjid. Penyuluhan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menghidupkan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan umat di tengah masyarakat. (Sks/azd)